Iran Ancam Tutup Akses Penerbangan Negara yang Ikut Sanksi AS

JurnalLugas.Com – Iran melontarkan peringatan keras kepada negara-negara di kawasan yang mengikuti Amerika Serikat dalam membatasi penerbangan dari dan menuju Iran.

Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan, negara yang melarang penerbangan Iran dan memilih bekerja sama dengan AS berisiko kehilangan akses terhadap layanan penerbangan dari Iran.

Bacaan Lainnya

“Jika kalian melarang penerbangan kami dan berpihak kepada AS, kami tidak akan lagi berhubungan dengan kalian,” kata Rezaei, Rabu, 23 September 2026, seperti dikutip kantor berita Iran YJC.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengancam maskapai Iran tidak dapat mengoperasikan penerbangan mulai 23 September. Sanksi tersebut juga mencakup larangan pemberian layanan darat kepada maskapai Iran.

Rezaei juga menyinggung kemungkinan langkah militer Amerika Serikat terhadap Iran. Ia menyebut Presiden AS Donald Trump mungkin mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran atau fasilitas yang berada di kawasan pegunungan.

Menurut Rezaei, militer Iran telah menyiapkan respons apabila serangan tersebut benar-benar terjadi.

“Angkatan bersenjata kami siap melakukan pembalasan,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa persoalan penerbangan kini turut menjadi bagian dari ketegangan yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat.

Di tengah ancaman sanksi tersebut, Iran memastikan aktivitas penerbangannya masih berjalan.

Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran Majid Akhavan mengatakan seluruh penerbangan maskapai Iran masih beroperasi sesuai jadwal. Pemerintah Iran juga terus mencari cara agar operasional penerbangan tetap berlangsung meski tekanan dan sanksi AS diberlakukan.

Situasi ini membuat sektor penerbangan Iran berada di tengah tekanan geopolitik. Di satu sisi, Teheran berupaya mempertahankan konektivitas penerbangannya.

Di sisi lain, ancaman sanksi AS berpotensi memengaruhi maskapai Iran dan layanan pendukung penerbangan di negara lain.

Iran kini memperingatkan negara-negara kawasan agar tidak mengambil posisi yang dianggap berpihak kepada Washington.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Teheran Tolak Gencatan Senjata AS, Hormuz Milik Iran, Perang Harus Berakhir Total, Tuntut Kompensasi

Pos terkait