JurnalLugas.Com — Presiden Iran Masoud Pezeshkian tiba di New York, Amerika Serikat, untuk memimpin delegasi Iran dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81.
Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum PBB pada Rabu, 23 September 2026 waktu setempat. Dalam kunjungannya, ia juga diagendakan bertemu sejumlah kepala negara serta tokoh politik dan budaya dari berbagai negara.
Kehadiran Pezeshkian di forum internasional tersebut menjadi momentum bagi Iran untuk menyampaikan sikap terkait kedaulatan negaranya dan meningkatnya ketegangan yang terjadi.
Salah satu isu yang akan dibawa Pezeshkian adalah kekerasan terhadap warga sipil, terutama anak-anak di Minab dan Lamerd.
Pezeshkian mengatakan tragedi tersebut akan menjadi bagian penting dalam pidatonya. Ia mengecam keras tindakan kekerasan yang menurutnya telah melewati batas kemanusiaan.
“Saya akan mengangkat penderitaan anak-anak kita dan mengecam kekerasan yang terjadi,” kata Pezeshkian.
Namun, kunjungan Presiden Iran ke New York berlangsung dalam situasi diplomatik yang tidak sepenuhnya leluasa. Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya membatasi akses delegasi Iran yang diperbolehkan mengikuti rangkaian agenda tingkat tinggi Majelis Umum PBB.
Pembatasan itu diberlakukan sejak Februari 2026. Washington menyatakan hanya delegasi inti Iran yang mendapat izin memasuki wilayah Amerika Serikat untuk menghadiri agenda tersebut.
Selain Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi termasuk dalam delegasi yang memperoleh izin. Sejumlah personel diplomatik utama Iran juga diperbolehkan masuk.
Sebaliknya, beberapa anggota delegasi tambahan Iran tidak mendapatkan visa. Sebagian besar staf media yang semula dijadwalkan meliput kegiatan Pezeshkian di New York juga disebut terdampak kebijakan tersebut.
Situasi ini membuat kehadiran Pezeshkian di Sidang Majelis Umum PBB tidak hanya menjadi agenda diplomatik tahunan.
Bagi Iran, forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan langsung posisi pemerintah terkait kedaulatan, konflik, serta perlakuan terhadap warga sipil.
Pidato Pezeshkian di hadapan negara-negara anggota PBB menjadi salah satu agenda yang akan menjadi perhatian dalam rangkaian kunjungan tersebut.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Handoko)






