JurnalLugas.Com – Kurang tidur selama ini lebih sering dikaitkan dengan rasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan menurunnya kebugaran tubuh. Namun, pola tidur yang tidak cukup ternyata juga berkaitan dengan gangguan metabolisme, termasuk meningkatnya kadar asam urat dalam darah.
Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin, yaitu senyawa yang terdapat secara alami dalam tubuh dan juga berasal dari sejumlah makanan. Dalam kondisi normal, asam urat akan dibuang terutama melalui ginjal.
Masalah muncul ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan hiperurisemia dan pada sebagian orang berkembang menjadi gout atau penyakit asam urat.
Sejumlah penelitian terbaru menemukan adanya hubungan antara durasi tidur dan kadar asam urat. Artinya, kebiasaan tidur yang terlalu singkat tidak hanya berdampak pada energi tubuh pada keesokan hari, tetapi juga dapat berkaitan dengan perubahan metabolisme.
Kurang Tidur dan Risiko Asam Urat Tinggi
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan pada 2025 menganalisis enam penelitian dengan total lebih dari 416 ribu peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan durasi tidur malam yang pendek memiliki risiko hiperurisemia lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki durasi tidur normal.
Penelitian lain yang juga terbit pada 2025 menganalisis 10 studi dengan hampir 232 ribu peserta. Hasil gabungannya menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek berkaitan dengan peningkatan risiko hiperurisemia.
Penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara tidur siang yang berkepanjangan dan risiko hiperurisemia, meski para peneliti menegaskan bahwa hubungan sebab-akibat masih perlu diteliti lebih lanjut.
Para peneliti menyimpulkan bahwa “short sleep duration” berkaitan dengan risiko hiperurisemia yang lebih tinggi. Namun, temuan tersebut bukan berarti setiap orang yang tidur kurang otomatis akan mengalami asam urat tinggi.
Ada berbagai faktor lain yang ikut memengaruhi kadar asam urat, seperti pola makan, berat badan, fungsi ginjal, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, obat tertentu, serta kondisi metabolik.
Mengapa Kurang Tidur Bisa Berhubungan dengan Asam Urat?
Hubungan tersebut diduga tidak berdiri pada satu mekanisme saja.
Tidur merupakan bagian penting dari pengaturan metabolisme tubuh. Ketika seseorang terus-menerus mengalami kekurangan tidur, keseimbangan berbagai proses hormonal dan metabolisme dapat terganggu.
Gangguan tidur juga dapat memengaruhi hormon stres seperti kortisol. Perubahan ritme hormon dan metabolisme tersebut diduga dapat berhubungan dengan pengaturan kadar asam urat.
Penelitian yang membahas mekanisme tidur dan metabolisme asam urat juga menyebut adanya kemungkinan hubungan dua arah.
Kekurangan tidur dapat mengganggu metabolisme dan pembuangan asam urat, sementara kadar asam urat yang tinggi juga berpotensi berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih buruk.
Dengan kata lain, hubungan antara tidur dan asam urat tidak sesederhana hubungan sebab-akibat tunggal.
Bukan Hanya Makanan yang Perlu Diperhatikan
Ketika membahas asam urat, perhatian biasanya langsung tertuju pada makanan tinggi purin. Padahal, pola hidup secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.
Seseorang yang sering tidur larut malam misalnya, dapat mengalami perubahan kebiasaan makan. Jam makan menjadi tidak teratur, aktivitas fisik berkurang, atau muncul kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tertentu pada malam hari.
Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, berbagai faktor dapat saling berpengaruh terhadap kesehatan metabolisme.
Karena itu, menjaga kadar asam urat bukan hanya soal mengurangi makanan tertentu. Tidur yang cukup, menjaga berat badan, memenuhi kebutuhan cairan, aktif bergerak, serta mengikuti anjuran dokter bila sudah memiliki hiperurisemia atau gout juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan kondisi tersebut.
Berapa Lama Waktu Tidur yang Ideal?
Tidak ada satu angka yang secara khusus dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang pasti terbebas dari risiko asam urat tinggi.
Namun, penelitian mengenai hubungan tidur dan hiperurisemia menunjukkan bahwa tidur yang terlalu pendek perlu mendapat perhatian. Meta-analisis terbaru menemukan hubungan yang lebih kuat antara tidur pendek dan hiperurisemia dibandingkan durasi tidur normal.
Karena itu, orang dewasa sebaiknya membangun jadwal tidur yang teratur dan memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah jam tidur, tetapi juga kualitasnya. Tidur yang sering terputus, sulit tidur, atau pola tidur yang berubah-ubah juga dapat menjadi tanda bahwa kualitas istirahat belum optimal.
Jika Sering Kurang Tidur, Perlukah Cek Asam Urat?
Tidak semua orang yang kurang tidur harus langsung melakukan pemeriksaan asam urat. Namun, pemeriksaan dapat dipertimbangkan apabila seseorang memiliki faktor risiko lain atau mengalami keluhan yang mengarah pada gout.
Gejala yang perlu diperhatikan antara lain nyeri sendi yang muncul tiba-tiba, pembengkakan, kemerahan, rasa panas pada sendi, terutama bila keluhan berulang.
Pemeriksaan kadar asam urat melalui darah dapat membantu mengetahui kondisi hiperurisemia. Dokter kemudian dapat menilai hasil tersebut bersama gejala dan faktor kesehatan lainnya.
Hal penting lainnya adalah tidak menjadikan satu hasil pemeriksaan sebagai satu-satunya dasar untuk menyimpulkan kondisi seseorang. Kadar asam urat perlu dilihat dalam konteks kondisi klinis secara keseluruhan.
Tidur cukup bukan obat khusus untuk menurunkan asam urat. Namun, menjaga pola tidur tetap teratur merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang dapat mendukung kesehatan metabolisme.
Hubungan antara kurang tidur dan asam urat memang semakin mendapat perhatian dalam penelitian. Bukti yang ada menunjukkan adanya keterkaitan, terutama antara tidur pendek dan meningkatnya risiko hiperurisemia.
Namun, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan mekanisme dan hubungan sebab-akibat secara lebih kuat.
Jadi, jangan hanya memperhatikan apa yang dimakan. Cara tubuh beristirahat setiap malam juga penting untuk diperhatikan ketika menjaga kesehatan dan mengendalikan risiko asam urat tinggi.
Baca informasi kesehatan dan berita lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Wening)






