Netanyahu Naik Podium PBB, Puluhan Delegasi Langsung Walkout

JurnalLugas.Com – Sejumlah besar delegasi meninggalkan ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81.

Aksi walkout tersebut menjadi bentuk protes terhadap kehadiran Netanyahu di podium. Puluhan delegasi terlihat keluar dari ruang sidang hingga menyisakan banyak kursi kosong saat perdana menteri Israel itu mulai berbicara.

Bacaan Lainnya

Dalam pidatonya, Netanyahu membela tindakan militer Israel di Gaza dan sejumlah wilayah lain di kawasan tersebut. Ia juga menolak tuduhan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza.

“Israel tidak melakukan genosida. Israel mencegah genosida,” kata Netanyahu dalam pidatonya.

Netanyahu juga menuding sejumlah negara, termasuk negara-negara Eropa Barat, telah menyerah pada tekanan massa antisemit dan memilih tidak berpihak kepada Israel.

Menanggapi aksi walkout tersebut, Netanyahu menyebut para delegasi yang meninggalkan ruang sidang sebagai “pengecut moral”. Ia juga menuduh para pengkritik Israel menyebarkan kebohongan mengenai negaranya.

Sebelum pidato Netanyahu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pidato melalui rekaman video. Ia memperingatkan bahwa keberadaan rakyat Palestina semakin terancam dan solusi dua negara berada dalam kondisi yang semakin lemah.

Abbas menuding warga Palestina di Gaza menghadapi pembunuhan, kehancuran, kelaparan hingga upaya pengusiran paksa. Ia juga menyoroti perkembangan permukiman Israel di Tepi Barat.

“Ancaman kini bukan hanya terhadap solusi dua negara, tetapi juga keberadaan rakyat Palestina,” ujar Abbas.

Ia menilai perluasan permukiman dan apa yang disebutnya sebagai terorisme pemukim semakin memperumit upaya menuju penyelesaian konflik melalui pembentukan dua negara.

Abbas juga menyerukan peningkatan tekanan internasional untuk mempertahankan solusi dua negara. Menurutnya, pendudukan militer maupun kekerasan pemukim tidak akan menghasilkan penyelesaian konflik.

Dalam pidatonya, Abbas turut mengkritik keputusan Amerika Serikat yang disebut kembali menolak visa bagi delegasi Palestina. Ia meminta Washington mencabut sanksi dan pembatasan terhadap Palestina serta menghormati komitmen untuk mencegah aneksasi wilayah Palestina.

Abbas menegaskan rakyat Palestina tidak akan meninggalkan tanah airnya ataupun menerima pengusiran.

“Kami tidak akan meninggalkan tanah air dan tidak akan membiarkan orang lain menentukan masa depan kami,” katanya.

Sementara itu, di luar kompleks markas PBB, ratusan demonstran berkumpul memprotes kehadiran Netanyahu sekaligus menyatakan dukungan terhadap rakyat Palestina.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Rentetan Serangan Mematikan Hizbullah Zionis Israel Dihujani 60 Roket Tanpa Henti

Pos terkait