JurnalLugas.Com – Iran kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Teheran menyatakan siap melancarkan serangan yang lebih besar dan presisi apabila kedua negara tersebut kembali menyerang wilayah Iran.
Peringatan itu disampaikan Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, pada Sabtu. Ia menegaskan militer Iran berada dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.
Shekarchi menyebut Iran tidak akan memberikan respons yang sama jika serangan kembali terjadi. Menurut dia, serangan balasan berikutnya akan dibuat lebih kuat, besar, dan tepat sasaran.
“Jika kembali diserang, respons Iran akan lebih dahsyat dan presisi,” kata Shekarchi, seperti dikutip kantor berita Fars.
Pernyataan tersebut menambah ketegangan antara Teheran dengan Washington dan Tel Aviv di tengah belum meredanya konflik.
Situasi semakin rumit setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Proposal tersebut disampaikan Teheran melalui mediator dan dikaitkan dengan upaya mengakhiri permusuhan serta membuka kembali jalur pelayaran strategis itu. Trump menyatakan proposal Iran tidak dapat diterima.
Selat Hormuz menjadi salah satu titik penting dalam konflik karena merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Penolakan Washington membuat ruang diplomasi kembali menghadapi tekanan.
Di tengah kondisi tersebut, Iran menegaskan kesiapan militernya. Ancaman serangan yang lebih besar dari Shekarchi menunjukkan bahwa Teheran menyiapkan respons keras apabila serangan terhadap wilayahnya kembali terjadi.
Dengan posisi kedua pihak yang masih berseberangan, ancaman militer Iran dan kebuntuan terkait Selat Hormuz menjadi perkembangan penting yang terus diperhatikan dalam konflik kawasan.
Baca berita lainnya JurnalLugas.Com
https://JurnalLugas.Com
(Handoko)






