JurnalLugas.Com — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Minggu, 1 Maret 2026, mengumumkan dimulainya gelombang baru serangan rudal dan drone yang menyasar wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Pernyataan resmi itu disampaikan melalui kantor berita semi-resmi ISNA. Dalam keterangannya, IRGC menyebut bahwa operasi kali ini merupakan gelombang keenam dari rangkaian serangan balasan yang dilancarkan Teheran.
“Tahap keenam serangan rudal dan drone terhadap target di wilayah Israel dan pangkalan militer AS telah dimulai,” demikian pernyataan singkat IRGC yang dikutip ISNA.
27 Titik Strategis Jadi Sasaran
IRGC mengklaim serangan terbaru tersebut diarahkan ke 27 titik strategis. Target yang disebutkan meliputi pangkalan udara Tel Nof di Israel bagian tengah, markas besar angkatan darat Israel, hingga kompleks industri militer di Tel Aviv.
Beberapa fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah juga dilaporkan masuk dalam daftar sasaran. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Israel maupun Washington terkait tingkat kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut.
Dalam pernyataan lanjutannya, IRGC menegaskan bahwa operasi militer tidak akan berhenti dalam waktu dekat.
“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene peringatan di Israel dan pangkalan AS berhenti. Tahapan balasan akan terus dilakukan secara bertahap dan tegas,” tulis IRGC.
Latar Belakang Eskalasi Konflik
Eskalasi terbaru ini terjadi setelah pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026 waktu setempat, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa dari kalangan sipil.
Sebagai respons, Iran segera meluncurkan serangan balasan berupa rudal jarak menengah dan drone tempur ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Situasi semakin memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikonfirmasi wafat akibat serangan yang menghantam lokasi kerjanya. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan aktivitas pemerintahan selama satu pekan.
Iran Bersumpah Lanjutkan Balasan
IRGC dan Angkatan Darat Iran dalam pernyataan terpisah menegaskan komitmen mereka untuk membalas kematian Khamenei. Mereka menyebut operasi militer akan dilakukan secara terukur namun berkelanjutan.
Pengamat geopolitik kawasan menilai konflik ini berpotensi meluas jika tidak segera ada upaya diplomatik dari aktor-aktor internasional utama. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda de-eskalasi, sementara masyarakat internasional terus memantau perkembangan yang dapat berdampak pada stabilitas global dan harga energi dunia.
Perkembangan terbaru konflik Iran–Israel dan respons Amerika Serikat akan terus diperbarui seiring masuknya informasi resmi dari berbagai pihak.
Baca berita internasional terbaru lainnya hanya di https://JurnalLugas.Com
(HD)






