JurnalLugas.Com — Wabah demam berdarah di Sri Lanka terus menunjukkan angka yang tinggi. Data Kementerian Kesehatan Sri Lanka mencatat lebih dari 100 ribu kasus sepanjang 2026, dengan puluhan kematian.
Hingga Minggu (27/9) tengah malam waktu setempat, tercatat 100.127 kasus demam berdarah di seluruh Sri Lanka. Dari jumlah tersebut, 77 orang dilaporkan meninggal dunia.
Provinsi Barat menjadi wilayah dengan beban kasus terbesar. Sebanyak 52.562 kasus tercatat di wilayah tersebut atau sekitar 52,5 persen dari total kasus nasional.
Di tingkat distrik, Gampaha menjadi wilayah dengan laporan infeksi tertinggi, yakni 21.234 kasus atau sekitar 21,21 persen dari keseluruhan kasus. Kolombo berada setelahnya dengan 19.634 kasus, disusul Kandy sebanyak 7.624 kasus.
Juli Jadi Bulan dengan Kasus Tertinggi
Pergerakan kasus sepanjang tahun juga menunjukkan adanya periode dengan lonjakan signifikan. Pada Juli 2026, tercatat 29.964 kasus demam berdarah, menjadi angka bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.
Besarnya jumlah kasus tersebut menunjukkan bahwa demam berdarah masih menjadi persoalan kesehatan yang serius di Sri Lanka sepanjang 2026.
Dengan total kasus yang telah melewati angka 100 ribu dan jumlah kematian yang terus tercatat, perkembangan demam berdarah di negara tersebut menjadi perhatian penting dalam upaya pengendalian penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Handoko)






