JurnalLugas.Com – Harga emas kembali menguat pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. Kenaikan lebih dari 1 persen ini menjadi pemulihan setelah emas tertekan tajam pada perdagangan sebelumnya.
Harga emas spot naik 1,63 persen menjadi USD4.181,98 per troy ons. Sebelumnya, harga sempat turun hingga USD4.112,97, mendekati posisi terendah dalam lebih dari tujuh pekan yang tercatat sehari sebelumnya di USD4.110,55.
Meski kembali naik, posisi emas masih berada di bawah rata-rata pergerakan 100 hari atau MA-100. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan terhadap logam mulia belum sepenuhnya mereda.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah kekhawatiran terhadap inflasi. Situasi tersebut turut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve atau The Fed dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Emas Masih Menghadapi Tekanan
Kenaikan pada Selasa juga belum menghapus penurunan tajam yang terjadi sehari sebelumnya. Pada Senin, harga emas merosot hampir 4 persen, menjadi penurunan harian terdalam sejak 10 Juni.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai penguatan tersebut lebih mencerminkan koreksi setelah penurunan tajam.
Grant menyebut masih terdapat tekanan signifikan terhadap harga emas.
Pergerakan pasar selanjutnya akan dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta perkembangan inflasi yang menjadi perhatian investor.
Dengan demikian, meski emas berhasil rebound, pemulihan tersebut belum serta-merta menandai berakhirnya tekanan di pasar logam mulia.
Baca perkembangan ekonomi dan pasar lainnya di JurnalLugas.Com.
(Endarto)






