Alasan Jokowi Masuk PSI Terungkap, Hendri Satrio Kekuatan Politik Menuju 2029

JurnalLugas.Com – Keputusan Joko Widodo mendeklarasikan diri sebagai anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai memiliki perhitungan politik yang lebih panjang daripada sekadar perpindahan keanggotaan partai.

Pengamat politik Hendri Satrio melihat langkah tersebut berkaitan dengan posisi Jokowi setelah Pilpres 2024 sekaligus persiapan menghadapi pertarungan politik menuju Pemilu 2029.

Bacaan Lainnya

Dalam siniar Helmy Yahya Bicara yang tayang Jumat (2/10/2026), Hendri menyebut ada beberapa alasan yang menurutnya melatarbelakangi keputusan Jokowi memilih PSI sebagai kendaraan politik.

Salah satunya adalah dugaan munculnya perasaan terisolasi dari pembicaraan strategis di kalangan elite politik.

Hendri menilai Jokowi merasa kontribusinya terhadap kemenangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 belum sepenuhnya diikuti dengan keterlibatan dalam pengambilan keputusan politik.

“Dia merasa terisolasi dan tidak banyak diajak bicara,” kata Hendri, sembari mengaitkannya dengan pernyataan Jokowi mengenai ambang batas parlemen dan keberaniannya maju melalui PSI.

Hendri juga menyinggung berbagai persoalan politik yang menyentuh Jokowi dan keluarganya. Polemik ijazah, isu yang berkaitan dengan Gibran Rakabuming Raka, hingga persoalan administrasi dan putusan Mahkamah Konstitusi disebut menjadi bagian dari dinamika tersebut.

Dalam pandangan Hendri, situasi itu dapat menjadi alasan bagi Jokowi untuk memiliki kendaraan politik yang dapat digunakan membangun kembali daya tawarnya.

PSI Disiapkan Lebih Awal

Faktor lain yang disoroti Hendri adalah persoalan waktu. Ia membandingkan kondisi PSI pada Pemilu 2024 dengan persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Menurutnya, konsolidasi PSI pada periode sebelumnya memiliki waktu yang relatif pendek. Kaesang Pangarep baru memimpin PSI menjelang Pemilu 2024 sehingga kesempatan membangun mesin politik nasional menjadi terbatas.

Kini kondisinya berbeda. Deklarasi Jokowi pada 2026 memberikan ruang waktu lebih panjang bagi PSI untuk melakukan konsolidasi sebelum Pemilu 2029.

Hendri menilai keputusan tersebut juga dapat memengaruhi langkah partai politik lain. Masuknya tokoh sekelas Jokowi ke PSI membuat persiapan menuju Pemilu 2029 tidak lagi sekadar menunggu masa kampanye, tetapi mulai dibangun sejak jauh hari.

Dengan demikian, menurut Hendri, deklarasi Jokowi sebagai anggota PSI merupakan bagian dari langkah politik yang lebih luas.

Selain menunjukkan posisi Jokowi setelah Pilpres 2024, keputusan tersebut dapat menjadi awal pembangunan kembali kekuatan politiknya menjelang Pemilu 2029.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Soefriyanto news)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Grace Natalie Jawab Kritik Kunjungan Jokowi ke Palue Sikka NTT

Pos terkait