JurnalLugas.Com – Asam urat tinggi tidak selalu langsung membuat tubuh terasa sakit. Kondisi yang dalam istilah medis dikenal sebagai hiperurisemia ini dapat berlangsung tanpa keluhan, sehingga seseorang baru mengetahuinya setelah menjalani pemeriksaan darah.
Hal ini penting dipahami karena anggapan bahwa asam urat tinggi pasti ditandai nyeri pada persendian tidak sepenuhnya benar.
Nyeri hebat, bengkak, kemerahan dan rasa panas pada sendi lebih berkaitan dengan serangan gout ketika kristal urat terbentuk dan memicu peradangan.
Dengan kata lain, kadar asam urat yang tinggi tidak otomatis berarti seseorang sedang mengalami serangan gout.
“Tidak semua orang dengan kadar asam urat tinggi langsung mengalami gejala,” demikian keterangan medis mengenai kondisi hiperurisemia tanpa gejala yang dirangkum JurnalLugas.Com Minggu 04 Oktober 2026.
Bisa Tinggi Tanpa Terasa
Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin. Zat tersebut berasal dari proses alami di dalam tubuh dan juga terdapat pada sejumlah makanan.
Normalnya, asam urat dibuang terutama melalui ginjal bersama urine. Masalah dapat terjadi ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak membuangnya secara optimal.
Pada kondisi tertentu, kadar asam urat kemudian meningkat tetapi belum menimbulkan keluhan. Inilah yang membuat seseorang bisa merasa sehat meski hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat tinggi.
Karena itu, tidak adanya nyeri sendi bukan berarti kadar asam urat pasti normal.
Kapan Asam Urat Mulai Menimbulkan Keluhan?
Gejala yang paling dikenal berkaitan dengan gout adalah munculnya nyeri sendi secara tiba-tiba. Bagian yang sering terkena antara lain pangkal ibu jari kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, tangan atau jari.
Sendi dapat terasa sangat nyeri, panas, bengkak dan kemerahan. Serangan juga dapat muncul secara tiba-tiba, termasuk pada malam hari.
Namun, seseorang yang memiliki hiperurisemia belum tentu mengalami serangan tersebut. Sebagian orang dengan kadar asam urat tinggi tidak pernah mengalami gout.
Itulah sebabnya hasil pemeriksaan dan kondisi klinis perlu dilihat secara bersamaan. Angka asam urat saja tidak cukup untuk memastikan seseorang menderita gout.
Apa yang Perlu Diperhatikan?
Risiko peningkatan asam urat dapat berkaitan dengan pola makan, konsumsi alkohol, berat badan berlebih, gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, faktor keturunan serta penggunaan obat tertentu.
Makanan tinggi purin dan minuman tinggi fruktosa juga dapat berkontribusi terhadap meningkatnya kadar asam urat pada sebagian orang.
Namun, penyebab kadar asam urat tinggi tidak selalu berasal dari makanan. Karena itu, seseorang yang mendapatkan hasil pemeriksaan tinggi sebaiknya tidak langsung menyimpulkan penyebabnya sendiri.
Pemeriksaan dan penilaian tenaga medis dapat membantu menentukan apakah kondisi tersebut hanya berupa hiperurisemia tanpa gejala atau sudah berkaitan dengan gout maupun masalah lain.
Jangan Menunggu Sampai Sendi Nyeri
Asam urat tinggi yang tidak menimbulkan gejala sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan, terutama jika seseorang memiliki faktor risiko tertentu atau hasil pemeriksaan berulang menunjukkan kadar yang tinggi.
Jika muncul nyeri sendi mendadak disertai bengkak, kemerahan dan rasa panas, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Keluhan seperti itu tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai asam urat karena beberapa kondisi lain juga dapat menimbulkan gejala serupa.
Asam urat tinggi memang bisa terjadi tanpa gejala. Pemeriksaan menjadi penting karena tubuh tidak selalu memberikan tanda ketika kadar asam urat mulai meningkat.
Informasi ini bersifat edukasi dan bukan pengganti diagnosis dokter. Jika memiliki hasil pemeriksaan asam urat yang tinggi atau mengalami nyeri dan pembengkakan sendi, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian yang sesuai.
Baca informasi kesehatan dan berita lainnya di JurnalLugas.Com.
(Wening)






