JurnalLugas.Com — Asam urat tinggi tidak hanya berkaitan dengan serangan nyeri sendi yang datang tiba-tiba. Jika kadar asam urat terus berada di atas batas normal, kondisi ini dapat memicu terbentuknya kristal urat di jaringan tubuh dan meningkatkan risiko peradangan berulang.
Asam urat merupakan zat sisa hasil pemecahan purin, yaitu senyawa yang secara alami terdapat dalam tubuh dan juga ditemukan pada sejumlah makanan. Dalam kondisi normal, asam urat larut dalam darah, kemudian disaring oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urine.
Masalah muncul ketika tubuh memproduksi asam urat terlalu banyak atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal. Akibatnya, kadar asam urat dalam darah meningkat atau disebut hiperurisemia.
Bagaimana Asam Urat Memicu Peradangan?
Ketika konsentrasi asam urat terlalu tinggi, kristal monosodium urat dapat terbentuk dan menumpuk di sekitar sendi maupun jaringan lainnya.
Kristal tersebut dapat dikenali sistem kekebalan tubuh sebagai pemicu respons peradangan. Akibatnya, tubuh melepaskan berbagai zat pemicu inflamasi yang menimbulkan rasa sakit, kemerahan, pembengkakan, dan sensasi panas pada bagian yang terdampak.
Kondisi ini dikenal sebagai gout atau penyakit asam urat.
Serangan gout biasanya muncul secara mendadak. Sendi jempol kaki merupakan salah satu lokasi yang paling sering terkena, meskipun peradangan juga dapat terjadi pada pergelangan kaki, lutut, tangan, dan siku.
Mengapa Peradangan Bisa Berlangsung Lama?
Peradangan akibat asam urat dapat menjadi masalah berulang ketika kadar asam urat tetap tinggi dan kristal terus menumpuk.
Pada sebagian orang, serangan gout dapat mereda dalam beberapa hari meskipun tidak berarti seluruh kristal urat sudah hilang. Jika kondisi pemicunya tidak dikendalikan, serangan dapat kembali terjadi.
Dalam jangka panjang, penumpukan kristal dapat membentuk benjolan yang disebut tofi. Benjolan ini biasanya muncul di sekitar sendi, jari, siku, atau telinga.
Gout yang tidak tertangani dengan baik juga berisiko menyebabkan kerusakan sendi dan mengganggu kemampuan bergerak.
Namun, kadar asam urat tinggi tidak selalu berarti seseorang mengalami peradangan kronis. Sebagian orang dengan hiperurisemia tidak pernah mengalami serangan gout. Karena itu, pemeriksaan dan penilaian kondisi secara menyeluruh tetap diperlukan.
Hubungan Asam Urat dengan Kesehatan Ginjal
Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan asam urat. Organ ini membantu menyaring dan membuang kelebihan asam urat dari dalam darah.
Ketika fungsi ginjal terganggu, pembuangan asam urat dapat menjadi kurang optimal sehingga kadarnya meningkat.
Sebaliknya, kadar asam urat tinggi dan penyakit ginjal juga dapat ditemukan secara bersamaan. Hubungan keduanya tidak selalu sederhana karena dipengaruhi berbagai faktor, termasuk usia, tekanan darah, metabolisme, dan penggunaan obat tertentu.
Itulah sebabnya, orang dengan kadar asam urat tinggi, terutama yang mengalami serangan berulang, perlu memperhatikan kondisi ginjal.
Cara Mengendalikan Asam Urat agar Peradangan Tidak Berulang
Pengendalian asam urat tidak cukup hanya dilakukan ketika sendi terasa nyeri. Upaya menjaga kadar asam urat tetap terkendali perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:
- Membatasi makanan tinggi purin. Konsumsi jeroan, daging merah dalam jumlah berlebihan, dan beberapa jenis makanan laut perlu diperhatikan.
- Mengurangi minuman tinggi gula. Minuman dengan kandungan fruktosa tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat.
- Mencukupi kebutuhan cairan. Minum air yang cukup membantu menjaga fungsi tubuh, termasuk proses pengeluaran zat sisa melalui ginjal.
- Menjaga berat badan. Kelebihan berat badan berkaitan dengan peningkatan risiko hiperurisemia dan gout.
- Membatasi alkohol. Konsumsi alkohol, terutama bir, dapat meningkatkan risiko serangan gout.
- Mengikuti pengobatan dokter. Pada penderita gout tertentu, obat penurun asam urat diperlukan untuk mengendalikan kadar asam urat dan mencegah penumpukan kristal.
Penggunaan obat penurun asam urat tidak boleh dilakukan sembarangan. Dokter akan mempertimbangkan riwayat serangan, kadar asam urat, fungsi ginjal, serta kondisi kesehatan lainnya sebelum menentukan terapi.
Jangan Abaikan Serangan yang Berulang
Nyeri sendi yang muncul mendadak, disertai pembengkakan, kemerahan, dan rasa panas, perlu mendapat perhatian. Terlebih jika keluhan terus berulang atau semakin mengganggu aktivitas.
Pemeriksaan dokter dapat membantu memastikan apakah keluhan tersebut disebabkan gout atau kondisi lain yang memiliki gejala serupa.
Perlu diingat, tujuan penanganan asam urat bukan hanya menghilangkan nyeri ketika serangan terjadi, tetapi juga mengendalikan kadar asam urat agar kristal tidak terus menumpuk.
Dengan pengelolaan yang tepat, risiko serangan berulang, pembentukan tofi, dan kerusakan sendi dapat ditekan.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Lili)






