JurnalLugas.Com – Asam urat sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami orang lanjut usia.
Padahal, gangguan ini juga dapat terjadi pada orang berusia muda, terutama jika memiliki pola makan kurang sehat, berat badan berlebih, atau faktor keturunan.
Asam urat merupakan zat yang terbentuk ketika tubuh memecah purin. Purin secara alami terdapat dalam tubuh dan sejumlah makanan.
Jika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, kristalnya dapat menumpuk di persendian dan memicu peradangan yang dikenal sebagai gout.
Risiko tersebut dapat dikurangi sejak dini melalui perubahan kebiasaan sehari-hari. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan.
1. Batasi Makanan Tinggi Purin
Makanan tertentu mengandung purin tinggi dan dapat meningkatkan kadar asam urat. Contohnya jeroan, daging merah dalam jumlah berlebihan, serta beberapa jenis makanan laut seperti sarden dan kerang.
Bukan berarti semua makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya oleh setiap orang. Namun, membatasi konsumsinya dapat membantu mengurangi risiko, terutama bagi mereka yang memiliki kadar asam urat tinggi.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Menjaga kecukupan cairan membantu ginjal membuang asam urat melalui urine. Karena itu, membiasakan minum air putih sepanjang hari menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, bergantung pada aktivitas, kondisi tubuh, cuaca, dan keadaan kesehatan.
3. Kurangi Minuman Manis
Minuman dengan kandungan gula tinggi, terutama yang menggunakan pemanis fruktosa, dapat meningkatkan produksi asam urat.
Minuman bersoda, minuman kemasan dengan tambahan gula, serta kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari sebaiknya dibatasi. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan.
4. Jaga Berat Badan Ideal
Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko kadar asam urat tinggi. Menjaga berat badan melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Jika ingin menurunkan berat badan, lakukan secara bertahap. Hindari diet ekstrem atau penurunan berat badan terlalu cepat karena justru dapat memicu peningkatan asam urat.
5. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik membantu menjaga berat badan dan mendukung kesehatan metabolisme tubuh.
Olahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas fisik ringan lainnya dapat dilakukan secara rutin sesuai kemampuan.
Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat. Konsistensi dan peningkatan aktivitas secara bertahap lebih penting untuk membangun kebiasaan sehat.
6. Batasi Konsumsi Alkohol
Alkohol dapat mengganggu proses pembuangan asam urat dan meningkatkan risiko serangan gout. Bir termasuk minuman yang perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko tersebut.
Membatasi atau menghindari alkohol merupakan langkah yang baik, terutama bagi orang dengan kadar asam urat tinggi.
7. Perhatikan Gejala Sejak Awal
Gejala asam urat dapat berupa nyeri sendi yang muncul mendadak, pembengkakan, kemerahan, serta rasa panas pada bagian yang terkena.
Serangan sering terjadi pada sendi ibu jari kaki, tetapi dapat pula menyerang pergelangan kaki, lutut, dan bagian tubuh lainnya.
Jika mengalami gejala seperti ini, sebaiknya periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan karena tidak semua nyeri sendi disebabkan oleh asam urat.
8. Periksa Kadar Asam Urat Jika Berisiko
Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan asam urat, berat badan berlebih, penyakit ginjal, atau pernah mengalami keluhan sendi yang mencurigakan dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pemeriksaan yang diperlukan.
Hasil pemeriksaan kadar asam urat dalam darah perlu dinilai bersama gejala dan kondisi klinis. Angka yang tinggi tidak selalu berarti seseorang sudah mengalami gout.
Mengurangi risiko asam urat sejak usia muda dapat dimulai dengan kebiasaan sederhana, seperti membatasi makanan tinggi purin, mengurangi minuman manis, mencukupi kebutuhan air putih, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga.
Pencegahan sejak dini penting agar kesehatan persendian tetap terjaga. Jika muncul nyeri sendi mendadak atau pembengkakan, jangan hanya mengandalkan perubahan pola makan.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Wening)






