Houthi Ancam Serang Aramco dan Bandara Riyadh Jika Arab Saudi Bombardir Sanaa

JurnalLugas.Com – Ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi kembali meningkat. Houthi mengancam akan menyerang sejumlah fasilitas strategis Saudi, termasuk kantor pusat perusahaan minyak Aramco dan bandara internasional di Riyadh, apabila militer Arab Saudi membombardir ibu kota Yaman, Sanaa.

Ancaman tersebut disampaikan pada Selasa, 13 Oktober 2026. Houthi turut memperingatkan warga sipil, pekerja minyak, hingga pengguna jasa penerbangan agar menjauhi lokasi yang mereka tetapkan sebagai sasaran potensial.

Bacaan Lainnya

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa fasilitas minyak milik Aramco masuk dalam daftar target kelompoknya. Dalam pernyataannya, ia menyebut seluruh fasilitas Aramco sebagai “target yang sah” bagi pasukan Houthi.

Tiga lokasi yang secara khusus disebut dalam ancaman tersebut adalah kantor pusat Aramco di Dammam, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta kilang minyak Aramco di ibu kota Arab Saudi.

Baca Juga  Kapan Lebaran 2026? Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 1447 H

Peringatan itu juga ditujukan kepada para ahli, insinyur, dan pekerja yang beraktivitas di fasilitas minyak Saudi. Mereka diminta meninggalkan atau menjauhi lokasi berisiko untuk menghindari kemungkinan jatuhnya korban apabila serangan benar-benar terjadi.

Houthi turut mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan, penumpang, dan personel bandara terkait wilayah udara serta bandara yang sebelumnya telah mereka tetapkan sebagai sasaran.

Kelompok tersebut mendesak warga sipil menjauhi tiga lokasi yang disebutkan dan segera mengungsi jika berada di sekitar kawasan yang terancam.

Ancaman Balasan di Tengah Rencana Operasi Militer

Ancaman Houthi muncul setelah koalisi pimpinan Arab Saudi pada hari yang sama memerintahkan warga sipil meninggalkan Stasiun Pusat al-Sabahah milik Perusahaan Minyak Yaman di Sanaa.

Stasiun tersebut berada di wilayah yang dikuasai Houthi. Perintah evakuasi dikeluarkan sebagai langkah keselamatan menjelang operasi militer yang direncanakan koalisi.

Baca Juga  Ancaman Houthi Kapal AS Jadi Target Jika Serangan ke Iran Didukung Amerika

Perkembangan ini memperlihatkan meningkatnya risiko konfrontasi antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Ancaman terhadap fasilitas minyak dan bandara menjadi perhatian karena lokasi-lokasi tersebut memiliki fungsi penting bagi sektor energi dan transportasi. Namun, ancaman yang disampaikan Houthi belum berarti serangan terhadap tiga fasilitas Saudi itu telah terjadi.

Situasi selanjutnya akan bergantung pada perkembangan operasi militer di Sanaa dan langkah yang diambil kedua pihak. Jika ancaman tersebut diwujudkan, ketegangan berpotensi meluas ke fasilitas energi dan infrastruktur penerbangan Arab Saudi.

Baca berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait