Houthi Peringatkan Arab Saudi dan AS, Target Strategis Dikunci

JurnalLugas.Com – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi mengeluarkan peringatan keras kepada Arab Saudi.

Seorang pejabat senior Houthi menyatakan bahwa sejumlah target strategis di wilayah Saudi berada dalam jangkauan kemampuan militernya apabila ketegangan terus meningkat.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah memanasnya kembali konflik seputar operasional Bandar Udara Internasional Sanaa yang menjadi salah satu titik sensitif dalam konflik berkepanjangan di Yaman.

Anggota Dewan Politik Tertinggi Houthi, Abdullah Al-Naami, menegaskan bahwa kelompoknya siap menghadapi konsekuensi apa pun demi mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai blokade terhadap Yaman.

“Kami siap menanggung harga tertinggi untuk mengakhiri blokade,” ujar Al-Naami dalam pernyataannya.

Al-Naami menyatakan Bandar Udara Internasional Sanaa akan tetap menerima penerbangan dari berbagai negara.

Menurutnya, setiap upaya yang dilakukan untuk menghambat penerbangan menuju maupun keluar dari bandara tersebut akan memperoleh respons dari pihak Houthi.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa bandara Sanaa kembali menjadi pusat ketegangan setelah beberapa insiden terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dilaporkan melakukan serangan terhadap landasan pacu Bandara Sanaa untuk mencegah pendaratan pesawat yang membawa delegasi senior Houthi. Akibat insiden tersebut, pesawat dialihkan menuju Bandara Hodeidah.

Ancaman Juga Ditujukan kepada Amerika Serikat

Dalam pernyataannya, Al-Naami turut mengingatkan bahwa keterlibatan Amerika Serikat dalam operasi militer bersama Arab Saudi berpotensi memperluas konflik di kawasan.

Ia menyebut Washington akan menghadapi situasi yang lebih rumit apabila memutuskan ikut terlibat secara langsung dalam aksi militer terhadap Yaman.

Pernyataan tersebut menambah panjang daftar eskalasi retorika antara kelompok Houthi dengan negara-negara yang selama ini terlibat dalam konflik Yaman.

Di tengah meningkatnya ketegangan, kelompok Houthi juga mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi.

Hingga kini belum terdapat penjelasan resmi mengenai dampak serangan tersebut. Namun perkembangan itu memperlihatkan bahwa situasi keamanan di kawasan perbatasan masih sangat dinamis.

Di sisi lain, Yordania sebelumnya mengumumkan rencana pembukaan penerbangan komersial reguler antara Amman dan Sanaa sebagai bagian dari upaya mempermudah akses transportasi udara.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Namun, kelompok Houthi menyatakan keberatan terhadap skema yang diajukan sehingga implementasinya masih menghadapi tantangan.

Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014 ketika kelompok Houthi mengambil alih ibu kota Sanaa.

Setahun kemudian, koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Lebih dari satu dekade berlalu, konflik masih menyisakan persoalan kemanusiaan, keamanan, dan politik yang kompleks.

Ancaman terbaru dari Houthi menunjukkan bahwa proses penyelesaian damai masih menghadapi jalan panjang, sementara masyarakat internasional terus mendorong semua pihak menahan diri agar eskalasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Baca berita internasional, geopolitik, dan perkembangan dunia terbaru lainnya di https://JurnalLugas.Com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Zionis Israel Siap Serang Iran AS Peringatkan Warganya Tinggalkan Irak Segera

Pos terkait