JurnalLugas.Com – Pelaku usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal dapat mempertimbangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Fasilitas pembiayaan ini ditujukan untuk mendukung usaha produktif, baik untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maupun membiayai investasi usaha.
Sebelum mengajukan pinjaman, calon debitur perlu menghitung kemampuan membayar angsuran setiap bulan. Besarnya pinjaman yang disetujui bukan satu-satunya hal yang harus dipertimbangkan, sebab cicilan juga akan memengaruhi arus kas dan kelancaran operasional usaha.
Informasi produk pada laman resmi BRI mencantumkan suku bunga KUR Mikro sebesar 6 persen efektif per tahun. Namun, calon peminjam perlu memastikan plafon dan ketentuan yang berlaku karena terdapat perbedaan informasi batas pinjaman pada sejumlah halaman resmi BRI.
Tabel Simulasi Angsuran KUR Mikro BRI
Tabel berikut memberikan gambaran perkiraan cicilan untuk beberapa pilihan pinjaman dan tenor. Perhitungan menggunakan asumsi bunga 0,5 persen per bulan dengan metode angsuran tetap.Pinjaman 12 bulan 24 bulan 36 bulan Rp10 juta Rp861.000 Rp443.000 Rp304.000 Rp15 juta Rp1.290.000 Rp665.000 Rp456.000 Rp20 juta Rp1.721.000 Rp886.000 Rp608.000 Rp25 juta Rp2.152.000 Rp1.108.000 Rp760.000 Rp30 juta Rp2.582.000 Rp1.329.000 Rp913.000 Rp35 juta Rp3.013.000 Rp1.551.000 Rp1.065.000 Rp40 juta Rp3.444.000 Rp1.772.000 Rp1.217.000 Rp45 juta Rp3.874.000 Rp1.994.000 Rp1.369.000 Rp50 juta Rp4.305.000 Rp2.216.000 Rp1.521.000
Catatan: Angka tersebut merupakan simulasi, bukan tabel angsuran resmi BRI. Nilai sebenarnya dapat berbeda sesuai metode perhitungan, skema kredit, dan hasil persetujuan bank. Tenor 36 bulan sesuai dengan batas maksimal kredit modal kerja yang tercantum pada informasi KUR Mikro BRI. Kredit investasi memiliki ketentuan tenor berbeda.

Berapa Maksimal Pinjaman KUR Mikro BRI?
Informasi produk pada halaman KUR Mikro BRI mencantumkan batas pinjaman maksimal Rp50 juta per debitur. Namun, halaman informasi program KUR BRI lainnya menampilkan rentang plafon KUR Mikro di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta.
Perbedaan tersebut membuat calon debitur perlu mengonfirmasi batas pinjaman yang berlaku kepada petugas BRI sebelum menentukan jumlah pengajuan.
Untuk kebutuhan modal kerja, jangka waktu kredit yang tercantum pada informasi KUR Mikro BRI maksimal tiga tahun. Sementara itu, kredit investasi dapat memiliki tenor hingga lima tahun.
Kredit modal kerja dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional usaha, seperti membeli bahan baku, menambah persediaan barang dagangan, atau memenuhi kebutuhan produksi. Adapun kredit investasi ditujukan untuk kebutuhan produktif, seperti pembelian peralatan atau pengembangan kapasitas usaha.
Jumlah pinjaman yang disetujui tetap bergantung pada penilaian bank. Karena itu, calon debitur sebaiknya mengajukan dana sesuai kebutuhan nyata, bukan semata-mata mengejar plafon tertinggi.
Syarat Pengajuan KUR Mikro BRI
BRI mencantumkan beberapa persyaratan dasar bagi calon debitur KUR Mikro. Persyaratan tersebut meliputi:
- Pemohon merupakan individu yang menjalankan usaha produktif dan layak.
- Usaha telah berjalan aktif minimal enam bulan.
- Pemohon tidak sedang menerima kredit dari perbankan, kecuali kredit konsumtif tertentu yang diperbolehkan dalam ketentuan BRI, seperti KPR, kredit kendaraan bermotor, dan kartu kredit.
- Menyiapkan identitas diri berupa KTP dan Kartu Keluarga.
- Menyiapkan surat izin usaha sesuai persyaratan yang berlaku.
Persyaratan administrasi dan ketentuan kelayakan dapat mengikuti kebijakan program yang berlaku saat pengajuan. Pemohon sebaiknya meminta informasi terbaru dari kantor BRI agar dokumen yang dibawa sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.
Cara Menghitung Kemampuan Membayar Cicilan
Sebelum mengajukan KUR, pemilik usaha sebaiknya menghitung pendapatan bersih setelah dikurangi biaya operasional. Perhitungan ini penting agar cicilan tidak mengganggu kebutuhan utama bisnis.
Sebagai contoh, pelaku usaha yang memperoleh keuntungan bersih bulanan perlu menyisihkan dana untuk angsuran, pembelian stok berikutnya, biaya listrik, transportasi, serta kebutuhan tidak terduga.
Jika pendapatan usaha tidak selalu stabil, calon debitur sebaiknya tidak mengambil cicilan yang terlalu dekat dengan batas kemampuan keuangan. Menyediakan cadangan dana juga dapat membantu ketika penjualan mengalami penurunan.
Pilihan tenor perlu disesuaikan dengan karakter usaha. Jangka waktu lebih panjang dapat mengurangi besarnya cicilan bulanan, tetapi membuat kewajiban pembayaran berlangsung lebih lama. Sebaliknya, tenor lebih pendek memerlukan cicilan lebih besar, sehingga perlu didukung arus kas yang memadai.
Waspadai Penawaran KUR Mengatasnamakan BRI
Calon peminjam juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan pencairan KUR melalui tautan tidak resmi atau akun media sosial pribadi.
Dalam keterangan resminya pada 18 Mei 2026, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa pengajuan KUR diproses melalui petugas dan unit kerja resmi bank.
Ia menyatakan, “Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI.”
Karena itu, calon debitur sebaiknya mengurus pengajuan melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, BRI Unit, atau saluran resmi yang telah dikonfirmasi kepada BRI. Hindari memberikan data pribadi maupun mentransfer uang kepada pihak yang menjanjikan pencairan dengan cara tidak resmi.
Informasi mengenai plafon, persyaratan, bunga, dan mekanisme pengajuan dapat diperiksa melalui layanan resmi BRI atau ditanyakan langsung kepada petugas bank.
KUR Mikro BRI dapat menjadi pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal. Namun, keputusan meminjam sebaiknya didasarkan pada kebutuhan bisnis, kepastian persyaratan, serta kemampuan membayar angsuran secara berkelanjutan.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






