JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan operasi militer terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu Kongres AS pada 3 November 2026.
Laporan tersebut mengemuka di tengah upaya Washington membuka kembali jalur perundingan dengan Teheran.
Pemerintahan Trump disebut sedang menyiapkan sejumlah skenario, mulai dari serangan militer terbatas hingga mempertahankan tekanan tanpa kembali melancarkan operasi tempur.
Mengutip laporan The Atlantic yang dipublikasikan Senin (2/11/2026), sejumlah penasihat presiden AS menyebut Trump dalam beberapa pekan terakhir telah mempelajari berbagai pilihan tindakan terhadap Iran. Salah satu tujuannya adalah mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.
Meski demikian, belum ada keputusan final mengenai langkah yang akan diambil Washington.
Menteri Perang AS Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, dan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper dilaporkan telah membahas sejumlah kemungkinan operasi militer pada pekan sebelumnya.
Tiga Jalur Tekanan terhadap Iran
Opsi yang dibicarakan mencakup operasi militer dengan durasi beberapa jam hingga beberapa pekan. Selain itu, pemerintah AS juga mempertimbangkan mempertahankan blokade laut di Selat Hormuz atau melanjutkan tekanan diplomatik tanpa melancarkan serangan baru.
Salah satu skenario militer berupa operasi selama beberapa hari dengan sasaran program nuklir Iran.
Sementara itu, pilihan operasi yang lebih panjang dapat mencakup serangan terhadap fasilitas pertahanan udara serta infrastruktur yang digunakan angkatan bersenjata Iran.
Perbedaan durasi dan sasaran tersebut menunjukkan bahwa opsi yang dipelajari Washington tidak terbatas pada satu bentuk operasi. Namun, seluruh skenario itu masih berada dalam tahap pertimbangan.
JD Vance Buka Jalur Perundingan
Di tengah pembahasan kemungkinan serangan, Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan mengambil langkah diplomatik dengan mengirim surat kepada Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei.
Surat tersebut berisi usulan untuk memulai kembali perundingan langsung antara Washington dan Teheran. Vance juga menekankan agar persoalan program nuklir Iran dibahas sejak awal proses negosiasi.
Informasi mengenai surat Vance dan upaya menghidupkan kembali pembicaraan dengan pejabat Iran juga dilaporkan sejumlah media internasional.
Para mediator yang menyampaikan surat tersebut disebut mengusulkan agar pertemuan dapat berlangsung paling cepat pekan ini.
Waktu yang diusulkan itu berdekatan dengan perkiraan saat Trump akan menentukan sikap mengenai kemungkinan operasi militer lanjutan terhadap Iran.
Dengan demikian, Washington menghadapi dua jalur yang masih berjalan bersamaan: menyiapkan pilihan militer dan membuka peluang perundingan.
Namun, hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada kepastian apakah Trump akan memilih kembali menyerang Iran atau memberikan kesempatan bagi proses diplomasi.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Dahlan)






