JurnalLugas.Com – Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan setelah mengalami tekanan tajam pada akhir pekan lalu. Pada perdagangan Senin (2/11/2026), logam mulia tersebut melonjak hampir 2 persen setelah sebelumnya menyentuh posisi terendah dalam setahun.
Pergerakan positif ini terjadi di tengah perubahan sentimen pasar global. Penurunan harga minyak dunia memberikan ruang bagi investor untuk mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi yang berpotensi memengaruhi perekonomian.
Berdasarkan perdagangan Senin, harga emas spot naik 1,83 persen menjadi USD3.946,74 per troy ons.
Kenaikan tersebut menjadi pembalikan arah setelah emas mengalami tekanan besar pada perdagangan Jumat (30/10/2026).
Saat itu, harga emas merosot 3,6 persen sekaligus menyentuh level terendah sejak Oktober 2025.
Harga Minyak Turun 8 Persen, Emas Mendapat Sentimen Positif
Salah satu faktor yang menopang pemulihan harga emas adalah penurunan tajam harga minyak dunia.
Pada perdagangan Senin, harga minyak tercatat melemah sekitar 8 persen. Perkembangan ini memberikan sedikit kelegaan bagi pasar karena meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai penurunan harga minyak memberikan sentimen positif bagi pasar logam mulia.
Meredanya kekhawatiran inflasi membuat tekanan terhadap pasar menjadi sedikit berkurang, sehingga turut mendukung pemulihan harga emas.
Perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian investor. Iran dan Qatar dilaporkan menggelar pembicaraan selama tiga hari berturut-turut dengan tujuan mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati arah harga energi dan aset investasi global.
Investor Menanti Pemilu Sela Amerika Serikat
Selain perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada pemilu sela Amerika Serikat yang berlangsung pekan ini.
Agenda politik tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen pasar keuangan global.
Investor cenderung mencermati berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi kebijakan ekonomi, stabilitas pasar, serta arah pergerakan aset investasi.
Bagi emas, perubahan ekspektasi terhadap inflasi dan kondisi ekonomi global menjadi faktor penting yang turut menentukan minat investor.
Kenaikan pada Senin menunjukkan harga emas mulai memulihkan sebagian kerugian setelah penurunan tajam pada akhir pekan sebelumnya.
Meski demikian, perkembangan harga minyak, situasi geopolitik, dan dinamika politik Amerika Serikat masih menjadi perhatian pasar dalam menentukan arah perdagangan emas selanjutnya.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






