JurnalLugas.Com – Pasar China menjadi penopang penting penjualan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di tengah melemahnya permintaan di sejumlah pasar utama Apple. Pertumbuhan penjualan di Negeri Tirai Bambu mencapai 29 persen, membantu menahan tekanan dari penurunan penjualan di Amerika Serikat dan Jepang.
Data riset Counterpoint menunjukkan penjualan iPhone 18 Pro series di Amerika Serikat turun 4 persen, sedangkan di Jepang mengalami penurunan lebih dalam hingga 27 persen.
Perbandingan tersebut mengacu pada kinerja penjualan selama periode peluncuran iPhone 18 Pro series tahun ini dibandingkan generasi sebelumnya pada periode yang sama.
Meski menghadapi tekanan di dua pasar tersebut, kinerja di China memberikan dorongan positif bagi penjualan global Apple.
Secara keseluruhan, gabungan penjualan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max meningkat 3,1 persen selama tiga minggu pertama ketersediaannya di pasar dibandingkan periode peluncuran iPhone 17 series tahun lalu.
China Jadi Penopang Penjualan iPhone 18 Pro
Pertumbuhan penjualan sebesar 29 persen di China menjadi salah satu faktor yang membuat kinerja global iPhone 18 Pro tetap berada di jalur positif.
Counterpoint mengaitkan peningkatan tersebut dengan kondisi pasokan awal yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Selain itu, tingginya harga sejumlah ponsel pesaing berbasis Android turut memberikan keuntungan kompetitif bagi produk terbaru Apple.
Kondisi tersebut membuat iPhone 18 Pro memiliki ruang untuk bersaing di pasar China, meskipun persaingan ponsel pintar di negara tersebut tergolong ketat.
Kinerja China sekaligus memperlihatkan bahwa permintaan terhadap produk premium Apple masih memiliki peluang pertumbuhan di pasar tertentu.
Harga Mahal dan Minim Perubahan Jadi Tantangan di AS
Berbeda dengan China, penjualan iPhone 18 Pro di Amerika Serikat justru mengalami penurunan 4 persen.
Counterpoint menilai sebagian konsumen menganggap perubahan desain dan fitur pada generasi terbaru belum cukup menarik untuk mendorong pembelian.
Padahal, Apple telah menghadirkan sejumlah peningkatan, termasuk teknologi kamera dengan aperture variabel.
Kenaikan harga juga menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi keputusan konsumen.
Di Amerika Serikat, Apple menaikkan harga iPhone 18 Pro sebesar 100 dolar AS dibandingkan pendahulunya menjadi 1.199 dolar AS.
Sementara iPhone 18 Pro Max dipasarkan dengan harga 1.299 dolar AS.
Kombinasi kenaikan harga dan perubahan fitur yang dinilai belum signifikan membuat sebagian pembeli kemungkinan memilih menunda penggantian perangkat.
Penjualan di Jepang Turun Lebih Dalam
Tekanan penjualan juga terjadi di Jepang. Pasar tersebut mencatat penurunan hingga 27 persen untuk iPhone 18 Pro series dibandingkan periode peluncuran generasi sebelumnya.
Counterpoint menyoroti pengaruh nilai tukar mata uang terhadap kenaikan harga perangkat Apple di negara tersebut.
Perubahan kurs membuat harga iPhone menjadi lebih mahal bagi konsumen Jepang, sehingga dapat memengaruhi daya beli dan keputusan pembelian.
Dari sisi komposisi model, iPhone Pro Max juga mengalami sedikit penurunan pangsa penjualan.
Porsi iPhone 17 Pro Max sebelumnya mencapai 57 persen dari penjualan seri Pro, sedangkan iPhone 18 Pro Max tercatat sebesar 56 persen.
Di sisi lain, permintaan terhadap model iPhone 18 Pro reguler tetap mendapatkan dukungan dari pasar India dan Asia Tenggara.
Kehadiran iPhone Lipat Belum Diperhitungkan
Riset Counterpoint tersebut dilakukan sebelum iPhone Duo mulai dijual secara massal pada 23 Oktober 2026.
Karena itu, penelitian tersebut belum dapat memastikan apakah kehadiran ponsel lipat perdana Apple mampu menarik konsumen baru atau justru mengalihkan minat pembeli dari iPhone 18 Pro Max.
Dampak perangkat tersebut terhadap komposisi penjualan produk premium Apple masih perlu dilihat setelah periode pemasaran yang lebih panjang.
Secara keseluruhan, kinerja iPhone 18 Pro series memperlihatkan perbedaan respons konsumen di berbagai negara.
Pertumbuhan di China dan sejumlah pasar Asia membantu mengimbangi penurunan di Amerika Serikat serta Jepang.
Sementara harga perangkat dan besarnya peningkatan fitur masih menjadi faktor penting dalam keputusan konsumen untuk membeli iPhone generasi terbaru.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Tirta me)






