Kasus Campak di AS Tembus 5.182, Bayi di Wisconsin Meninggal

JurnalLugas.Com — Kasus campak di Amerika Serikat (AS) terus meningkat sepanjang 2026. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat sebanyak 5.164 kasus di 47 yurisdiksi, ditambah 18 kasus yang dilaporkan pada pengunjung internasional.

Dengan demikian, jumlah kasus campak yang tercatat mencapai 5.182 kasus hingga laporan tersebut diterbitkan. Dari jumlah itu, sebanyak 562 pasien atau sekitar 11 persen harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Bacaan Lainnya

CDC juga mencatat sekitar 96 persen kasus terjadi pada orang yang belum mendapatkan vaksinasi atau status vaksinasinya tidak diketahui.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kasus yang teridentifikasi berkaitan dengan kelompok yang tidak memiliki catatan imunisasi lengkap atau belum terkonfirmasi.

Baca Juga  Lonjakan Suspek Campak Jateng Tembus 2.000 Kasus, Pemerintah Perketat Imunisasi Massal

Lonjakan kasus tahun ini jauh melampaui catatan 2025 yang mencapai 2.289 kasus. Jumlah tersebut juga menjadi angka tahunan tertinggi di AS sejak 1991.

Bayi Meninggal akibat Campak di Wisconsin

Di tengah peningkatan kasus, Departemen Layanan Kesehatan Wisconsin melaporkan seorang bayi meninggal dunia akibat campak. Kematian tersebut terjadi saat wabah masih berlangsung di wilayah barat daya negara bagian itu.

Peristiwa ini menjadi kematian pertama akibat campak yang dilaporkan di Wisconsin sejak 1990. Pihak koroner menyatakan campak sebagai penyebab langsung kematian bayi tersebut.

Kasus ini menambah perhatian terhadap dampak wabah, terutama bagi kelompok rentan yang dapat mengalami komplikasi serius ketika terinfeksi.

CDC Ingatkan Pentingnya Vaksinasi

CDC merekomendasikan dua dosis vaksin MMR, yaitu vaksin untuk melindungi dari campak, gondongan, dan rubela. Dua dosis tersebut menjadi perlindungan utama yang dianjurkan untuk mencegah penularan campak.

Baca Juga  Campak Menggila di Amerika Serikat, Lebih dari 2.000 Kasus Tercatat pada 2025, Terburuk Sejak 1992

Namun, data CDC memperlihatkan cakupan vaksinasi di kalangan siswa taman kanak-kanak di AS mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan cakupan imunisasi menjadi perhatian karena campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Ketika semakin banyak orang tidak memiliki perlindungan vaksin, risiko penyebaran penyakit dapat meningkat.

Lonjakan kasus hingga lebih dari 5.000 pada 2026, disertai laporan kematian bayi di Wisconsin, memperlihatkan bahwa campak masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di AS.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait