Kasus Campak di Amerika Serikat Tembus 4.588, Melampaui Total Tahun Lalu

JurnalLugas.Com — Jumlah kasus campak di Amerika Serikat terus meningkat hingga melampaui 4.500 kasus sepanjang 2026. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menunjukkan, angka tersebut telah lebih dari dua kali lipat dibandingkan total kasus yang tercatat selama 2025.

Hingga 22 Oktober 2026, CDC melaporkan sebanyak 4.588 kasus campak terkonfirmasi di Amerika Serikat. Angka itu mencakup kasus yang ditemukan di berbagai wilayah negara tersebut serta sejumlah kasus pada pengunjung asing.

Bacaan Lainnya

Dalam laporannya pada Jumat, 23 Oktober 2026, CDC menyebutkan sebanyak 4.570 kasus dilaporkan di 47 wilayah di Amerika Serikat. Sementara itu, 18 kasus lainnya ditemukan pada pengunjung asing.

Baca Juga  Hakim AS Blokir Aturan Trump soal Surat Suara Pos, Berlaku di Seluruh Amerika

Peningkatan juga terlihat dari jumlah wabah yang terjadi sepanjang tahun ini. Sejak Januari hingga Oktober 2026, otoritas kesehatan mencatat 43 wabah campak di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Jumlah tersebut menunjukkan penyebaran campak masih menjadi perhatian bagi otoritas kesehatan, terutama karena penyakit ini sebelumnya telah dinyatakan tereliminasi dari Amerika Serikat.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 negara itu mencatat 2.289 kasus campak yang tersebar dalam 45 wabah berbeda. Dengan demikian, jumlah kasus pada 2026 telah melampaui dua kali lipat angka tahun sebelumnya, meskipun tahun ini belum berakhir.

Campak dinyatakan telah dieliminasi di Amerika Serikat pada 2000 setelah program vaksinasi berhasil menghentikan penularan penyakit secara berkelanjutan di dalam negeri. Namun, status eliminasi tersebut tidak berarti risiko kemunculan kasus baru sepenuhnya hilang.

Penyebaran campak di berbagai negara dapat meningkatkan kemungkinan masuknya kasus ke Amerika Serikat melalui perjalanan internasional.

Baca Juga  Kasus Campak di Amerika Serikat Tembus 3.887, Wabah Tercatat di 42 Wilayah

Orang yang belum mendapatkan vaksinasi menjadi salah satu kelompok yang berisiko tertular dan membawa virus ke wilayah lain.

Kondisi tersebut membuat upaya vaksinasi dan pemantauan kasus tetap penting untuk menekan penularan.

Kenaikan jumlah kasus pada 2026 juga memperlihatkan bahwa penyakit yang sebelumnya berhasil dikendalikan dapat kembali menjadi persoalan kesehatan masyarakat ketika virus masuk ke komunitas yang rentan.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait