Selain Ganti Direksi dan Komisaris PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton Bagikan Dividen Rp6,88 miliar ke Pemegang Saham

Dividends Investment Business Graph

JurnalLugas.Com – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton akan membagikan dividen tunai sebesar Rp6,88 miliar kepada pemegang saham.

Jumlah dividen tersebut mencerminkan 20% dari laba bersih perseroan tahun 2023 yang mencapai Rp34,17 miliar, sehingga tiap pemegang saham akan menerima Rp0,79 per saham.

Bacaan Lainnya

“Sebanyak 80% dari laba bersih atau sekitar Rp27,24 miliar akan dialokasikan sebagai cadangan lainnya,” ungkap Manajemen WTON dalam rilis resminya, Senin (20/5/2024).

Selama tahun 2023, WIKA Beton mencatatkan kinerja yang positif meskipun sektor konstruksi mengalami berbagai tantangan. Penjualan perusahaan mencapai Rp4,20 triliun, dan total nilai kontrak baru yang diperoleh mencapai Rp6,61 triliun.

Baca Juga  OJK Cabut Izin 15 BPR dan BPRS Dian Ediana Rae Pemegang Saham Tak Mampu Urus Bank

Pada akhir tahun 2023, WIKA Beton mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp407,21 miliar. Total ekuitas perusahaan tercatat Rp3,63 triliun, sedangkan total asetnya mencapai Rp7,63 triliun. Selain itu, arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan surplus sebesar Rp95,47 miliar.

Sebagian besar kontrak baru yang diperoleh hingga Desember 2023 didominasi oleh proyek infrastruktur sebesar 65,83%. Kontribusi dari sektor industri mencapai 13,06%, sektor properti 10,74%, sementara sektor kelistrikan, energi, dan pertambangan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 7,42%, 2,50%, dan 0,45%.

“Ke depan, WIKA Beton akan terus berinovasi dan menyediakan solusi terbaik untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia,” tambah Manajemen WTON.

Selain pembagian dividen, Rapat Umum Pemegang Saham juga menyetujui perubahan dalam susunan Direksi dan Komisaris. Priyo Suprobo diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai Komisaris.

Baca Juga  Laba BRI Tembus Rp60 Triliun Dividen Jumbo Siap Masuk Rekening

Hermawan Dewayanto juga diberhentikan dengan hormat dari posisi Komisaris Utama, Taufik Dwi Wibowo dari jabatan Direksi Operasi dan Supply Chain Management, serta Ahmad Fadli Kartajaya dari posisi Direktur Keuangan, Human Capital, & Manajemen Risiko.

Sebagai pengganti, Eko Sujiyanto diangkat sebagai Komisaris Utama, Iswandi Imran sebagai Komisaris Independen, Syailendra Ogan sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, & Manajemen Risiko, dan Agus Pramono sebagai Direktur Operasi dan Supply Chain Management.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait