JurnalLugas.Com – Israel melakukan serangan balik kepada kelompok militan Houthi dari Yaman dengan menggunakan kode operasi militer “Lengan Terentang” atau “Outstreched Arm”. Serangan ini dipimpin oleh Israel Defense Force (IDF) dan dilakukan tanpa bantuan negara lain, melibatkan jet tempur F-15 yang menargetkan basis militer Houthi di Pelabuhan Al-Hudaydah.
Menurut Juru Bicara IDF, Daniel Hagari, serangan tersebut bertujuan untuk menghantam titik suplai senjata dari Iran ke Houthi di Yaman, serta menghancurkan infrastruktur energi di daerah tersebut. Israel menegaskan bahwa mereka tidak memiliki niatan untuk melukai penduduk sipil Yaman, namun bertindak sebagai respons atas serangan Houthi terhadap Tel Aviv yang telah merenggut nyawa satu warga Israel.
Terminologi “Outstreched Arm” mengacu pada konsep “Tangan Tuhan” dalam Perjanjian Lama, khususnya Kitab Ulangan, yang digunakan untuk menggambarkan perlindungan Tuhan terhadap bangsa Israel. Serangan ini menimbulkan korban tewas dan luka-luka di pihak Yaman, sementara Israel memandangnya sebagai tindakan balasan yang diperlukan.
Pernyataan dari pihak Houthi, melalui Juru Bicara Mohammed Abdelsalam, mengutuk serangan Israel sebagai agresi brutal terhadap Yaman, sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa serangan tersebut hanya ditujukan pada titik masuk senjata bagi Houthi dari Iran.
Netanyahu juga menegaskan bahwa serangan ini menunjukkan kesiapan Israel untuk bertindak melawan musuh mereka, tanpa memandang jarak yang jauh.






