JurnalLugas.Com – Penjualan mobil listrik murni (BEV), hibrida, dan plug-in hybrid (PHEV) dari Hyundai, Kia, dan Genesis terus menunjukkan performa yang solid di Amerika Serikat. Dengan investasi miliaran dolar dan pembangunan fasilitas baru, Hyundai Motor Group semakin mengukuhkan dirinya sebagai pemain utama di pasar kendaraan listrik, berada di posisi kedua setelah Tesla.
Hingga Juli 2024, Hyundai Motor Group yang menaungi ketiga merek tersebut berhasil mempertahankan pangsa pasar kendaraan listrik sebesar 10 persen di AS. Angka ini menempatkan mereka di atas Ford yang meraih 7,4 persen dan General Motors dengan 6,3 persen. Sementara itu, Tesla masih memimpin pasar dengan dominasi lebih dari 50 persen.
Prestasi ini semakin menonjol mengingat mobil listrik Hyundai saat ini belum memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif kredit pajak EV federal senilai 7.500 dolar AS (sekitar Rp116,2 juta). Namun, Hyundai berhasil memanfaatkan celah melalui skema leasing, menawarkan kredit penuh kepada konsumen yang memilih menyewa mobil listrik mereka dibanding membelinya langsung.
Strategi ini terbukti efektif dengan tingkat penyewaan mobil listrik Hyundai mencapai 60 persen. Kia juga mencatat angka serupa dengan tingkat penyewaan antara 60 hingga 70 persen untuk kendaraan listrik mereka.
Dalam upaya memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik, Hyundai Motor Group melakukan investasi besar-besaran di AS. Pembangunan kompleks manufaktur Metaplant EV dan pabrik baterai di Georgia saat ini sedang berlangsung dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober mendatang. Fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 300 ribu unit mobil listrik, dengan potensi peningkatan hingga 500 ribu unit. Selain itu, Hyundai bekerjasama dengan LG Energy Solution dalam membangun pabrik baterai khusus yang ditargetkan selesai pada akhir 2025.
Kia juga mengambil langkah strategis dengan memulai produksi EV9 listrik di pabrik mereka yang telah diperbarui di Georgia. Pengiriman pertama kendaraan listrik buatan lokal ini direncanakan mulai Oktober dan akan memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit pajak sebesar 7.500 dolar AS karena diproduksi di dalam negeri. Pada tahun depan, pabrik baterai hasil kerjasama dengan SK On akan mulai beroperasi di Georgia, menyediakan pasokan baterai untuk kendaraan listrik yang diproduksi di pabrik Hyundai di Montgomery, Alabama.
Tidak hanya fokus pada BEV, Hyundai Motor Group juga melihat pertumbuhan signifikan di segmen hibrida dan PHEV. Penjualan mobil hibrida dan PHEV Hyundai melonjak hingga 25 persen sepanjang tahun ini hingga Juli. Meskipun demikian, penjualan hibrida Kia mengalami penurunan sebesar 21 persen dalam periode yang sama, namun permintaan untuk varian listrik dari model seperti Sportage, Sorento, dan Niro tetap tinggi.
Dengan berbagai langkah strategis dan investasi berkelanjutan, Hyundai Motor Group menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan dan memasarkan kendaraan listrik di Amerika Serikat, sekaligus bersaing ketat dengan pemain utama lainnya di industri otomotif global.






