JurnalLugas.Com – PT Green Power Group Tbk (LABA) mengukuhkan posisinya dalam ranah industri energi terbarukan melalui penandatanganan kontrak strategis bernilai Rp171,6 miliar untuk penyediaan 4.000 unit baterai listrik. Kontrak ini ditandatangani bersama PT Safast Electric Vehicles Indonesia pada 14 Februari 2025, menandai kolaborasi yang berpotensi mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.
Berdasarkan perjanjian tersebut, LABA berkomitmen memasok 3.000 unit baterai dengan kapasitas 23,96 KWH dan 1.000 unit baterai berkapasitas 38,7 KWH, dengan total kapasitas penyimpanan energi mencapai 110 MWH.
Penetapan harga sebesar Rp1.560.000 per KWH menghasilkan nilai kontraktual yang mencapai Rp171,6 miliar. Penetapan harga ini merefleksikan dinamika pasar baterai litium dan ekspektasi peningkatan permintaan terhadap sistem penyimpanan energi.
Corporate Secretary Green Power, Ferry Cahyo, dalam pernyataannya pada 16 Februari 2025 menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan transformasi strategis perseroan yang mengonsolidasikan penetrasi ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Kebijakan ini diambil menyusul akuisisi LABA oleh PT Nev Stored Energy dan PT Longpin Investasi Indonesia yang berperan sebagai akselerator transformasi korporasi.
LABA memproyeksikan pendapatan sebesar Rp621 miliar pada 2025, suatu lonjakan signifikan dibandingkan dengan rerata pendapatan tahunan historis di kisaran Rp10 hingga Rp15 miliar. Optimisme ini didasarkan pada reposisi korporasi sebagai perusahaan induk yang menaungi portofolio bisnis berbasis EBT.
Sebagai bagian dari strategi diversifikasi vertikal, LABA akan mendirikan tiga entitas anak usaha. Pertama, perusahaan penyedia jasa penjualan listrik dan sistem berlangganan baterai (battery subscription) yang diposisikan sebagai solusi energi berkelanjutan bagi pelanggan.
Kedua, perusahaan pengelola aset properti strategis untuk mendukung aktivitas operasional LABA dan anak usahanya. Ketiga, perusahaan yang bergerak di bidang moulding guna memperkuat kapasitas produksi komponen dan aksesori kendaraan listrik, menegaskan komitmen LABA dalam penguatan rantai pasok sektor kendaraan listrik.
Melalui restrukturisasi ini, LABA menegaskan ambisi menjadi aktor kunci dalam ekosistem EBT dan mendorong akselerasi adopsi kendaraan listrik nasional, sejalan dengan arah kebijakan energi hijau pemerintah Indonesia.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui JurnalLugas.Com






