Putin Tawarkan Gencatan Senjata 3 Hari Trump Ingin Perdamaian Abadi

JurnalLugas.Com – Gedung Putih menyampaikan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak terciptanya gencatan senjata permanen untuk menghentikan perang di Ukraina sepenuhnya, menyusul pengumuman penghentian sementara operasi militer selama tiga hari oleh Rusia.

Menurut juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, Trump “ingin melihat gencatan senjata permanen, pertama, untuk menghentikan pembunuhan, menghentikan pertumpahan darah,” sekaligus menegaskan harapannya agar kedua belah pihak duduk bersama demi merundingkan solusi damai yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Presiden (AS) tetap optimis bahwa kesepakatan damai itu bisa tercapai, namun ia juga bersikap realistis,” ujar Leavitt.

Leavitt menambahkan bahwa pertemuan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Vatikan, pada pemakaman Paus Fransiskus akhir pekan lalu, menunjukkan keseriusan Trump sebagai “presiden pembawa perdamaian.” Pertemuan itu dinilai sebagai langkah awal untuk membuka jalur diplomasi intensif.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata sepihak mulai tengah malam 7–8 Mei hingga 10–11 Mei, bertepatan dengan peringatan 80 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman. Namun, respons Ukraina menuntut penghentian pertempuran segera, tanpa menunggu tanggal tersebut.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha secara tegas menyatakan melalui akun X resmi kementeriannya bahwa:

“Jika Rusia benar-benar menginginkan perdamaian, maka harus menghentikan tembakan sekarang juga. Mengapa harus menunggu hingga 8 Mei? Jika tembakan bisa dihentikan hari ini, lakukanlah selama minimal 30 hari agar nyata, bukan sekadar formalitas parade.”

Ukraina menegaskan kesiapannya mendukung gencatan senjata abadi selama 30 hari sebagai langkah awal menuju perdamaian sejati.

Mengapa Gencatan Senjata Permanen Penting?

  1. Ruang Diplomasi: Menyediakan waktu dan ruang bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan politik dan keamanan.
  2. Penurunan Korban Sipil: Mengurangi risiko korban jiwa dan penderitaan masyarakat sipil di wilayah konflik.
  3. Stabilitas Regional: Menekan eskalasi konflik yang dapat memicu ketegangan di kawasan Eropa Timur.

Dengan dukungan penuh dari AS dan kesiapan Ukraina, langkah gencatan senjata permanen berpotensi menjadi terobosan diplomatik. Namun, keberhasilan inisiatif ini tergantung pada komitmen nyata Rusia untuk menghentikan segala aktivitas militer dan membuka jalur dialog tanpa syarat.


Sumber: Pernyataan resmi Gedung Putih dan pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina.

Baca berita terkini lainnya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Trump Klaim AS Bisa Ambil Alih Kuba dengan Cepat

Pos terkait