Kekejaman Tanpa Henti Zionis Israel Kembali Hujani Gaza 80 Warga Palestina Gugur

JurnalLugas.Com – Tanah Gaza kembali bersimbah darah. Sedikitnya 80 warga sipil Palestina meregang nyawa dalam serangan udara brutal yang dilancarkan oleh rezim Zionis Israel pada Kamis (15/5). Gelombang kekerasan ini menambah panjang daftar kejahatan perang yang terus dipertontonkan dunia, tanpa henti, tanpa kemanusiaan.

Anak-Anak dan Perempuan Jadi Korban

Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, melaporkan 54 korban jiwa dalam serangan terbaru tersebut. Ironisnya, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Ledakan demi ledakan menghantam kawasan pemukiman, mengubah rumah menjadi puing, harapan menjadi duka.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, 26 warga lainnya dilaporkan tewas akibat bombardir udara di Gaza City dan wilayah utara Jalur Gaza. Serangan ini memperlihatkan pola serangan sistematis dan membabi buta dari militer Israel, yang tidak membedakan antara target militer dan sipil.

Rumah Sakit Jadi Sasaran, Layanan Kanker Lumpuh

Kengerian semakin terasa ketika Rumah Sakit Eropa Gaza satu-satunya fasilitas kesehatan di wilayah tersebut yang menangani pasien kanker dinyatakan tidak dapat beroperasi. Menurut otoritas kesehatan setempat, infrastruktur vital seperti saluran limbah, jalur transportasi, hingga fasilitas internal rumah sakit mengalami kerusakan berat akibat serangan.

Baca Juga  AS Tolak Visa Pejabat Palestina Aqsa Working Group (AWG) Sebut Bentuk Arogansi Politik

“Ini bukan sekadar serangan. Ini adalah upaya sistematis untuk melumpuhkan kehidupan dan harapan warga Gaza,” tegas salah satu pernyataan resmi dari otoritas kesehatan di wilayah tersebut.

Zionis Israel Mengabaikan Hukum Internasional

Pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengancam akan melancarkan serangan penuh ke Gaza, kini menjadi kenyataan yang mengerikan. Hanya dua hari setelah pernyataan itu Selasa (13/5) Israel menggempur wilayah padat penduduk tanpa ampun.

Operasi militer besar-besaran yang dimulai kembali sejak 18 Maret, setelah dua bulan gencatan senjata, telah menewaskan sedikitnya 2.876 warga Palestina dan melukai lebih dari 7.800 lainnya. Data terakhir mencatat total korban jiwa sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023 telah mencapai angka tragis: 53.010 warga Palestina terbunuh.

Warga Terusir, Infrastruktur Dihancurkan

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, menyebut bahwa militer Zionis menerapkan strategi “pengosongan daerah padat” demi menekan warga sipil. Ribuan orang kini terpaksa tidur di jalanan, karena sekolah dan tempat pengungsian pun tak luput dari gempuran.

Baca Juga  AS Kirim Puluhan Jet Tempur F-22 ke Israel, Timur Tengah Masuk Fase Baru

Lebih mengerikan lagi, tim-tim penyelamat dan relawan medis dihalangi secara sengaja untuk menjangkau korban. Fasilitas dan kendaraan darurat Pertahanan Sipil dihancurkan, memperparah krisis kemanusiaan yang sudah mencapai titik nadir.

Genosida yang Tak Terlihat
Apa yang terjadi di Gaza bukan sekadar konflik, ini adalah tragedi kemanusiaan yang nyata. Dunia internasional harus berhenti berpaling. Zionis Israel terus melakukan kejahatan terencana dengan tujuan menghancurkan kehidupan rakyat Palestina.

Untuk informasi mendalam dan update terkini, kunjungi: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait