Serangan ke Fasilitas Nuklir Iran Sebut AS Dalang Trump Tak Membantah

JurnalLugas.Com — Pemerintah Republik Islam Iran menuding Amerika Serikat (AS) sebagai pihak yang terlibat langsung dalam agresi militer Israel ke wilayahnya. Tuduhan serius ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang mengklaim Teheran memiliki bukti-bukti kuat keterlibatan AS dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Dalam konferensi pers di Teheran, Minggu (15/6/2025), Araghchi menegaskan bahwa kehadiran pasukan AS di kawasan menjadi indikator utama dukungan militer terhadap Israel. Menurutnya, Washington tidak bisa menutupi keterlibatannya dalam serangan tersebut, apalagi mengingat senjata dan perlengkapan militer yang digunakan Israel diduga berasal dari AS.

Bacaan Lainnya

“AS, menurut pendapat kami, adalah mitra dalam serangan-serangan ini dan harus menerima tanggung jawabnya,” tegas Araghchi.

Iran Tolak Klarifikasi AS

Teheran sebelumnya menerima pesan tak langsung dari Washington melalui sejumlah perantara yang menyatakan bahwa AS tidak terlibat dalam serangan terhadap fasilitas nuklir di Natanz dan Isfahan. Namun, Araghchi menyatakan Iran menolak mentah-mentah klaim tersebut.

“Kami tidak mempercayai klaim AS, karena bukti-bukti di tangan kami menunjukkan sebaliknya,” katanya.

Trump Singgung Kemungkinan Keterlibatan AS

Mantan Presiden AS Donald Trump juga ikut menanggapi situasi ini. Dalam unggahannya di media sosial Truth Social, Trump menyiratkan dukungan penuh terhadap kekuatan militer Israel dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi serangan lanjutan yang lebih besar dan mematikan.

“Israel memiliki banyak dari peralatan militer terbaik kami, dan mereka tahu cara menggunakannya,” tulis Trump.

Dalam wawancara dengan media lokal, Trump sempat menyebut bahwa “mungkin saja” AS akan terlibat dalam konflik Israel-Iran, namun segera mengklarifikasi bahwa “saat ini, AS tidak terlibat.”

Kekhawatiran Global dan Manuver Diplomatik

Araghchi memperingatkan bahwa ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah akibat konflik ini dapat membawa konsekuensi serius bagi keamanan global. Ia pun mendesak AS untuk secara tegas mengutuk aksi militer Israel terhadap instalasi nuklir Iran.

Sementara itu, Trump mengungkapkan telah berdiskusi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan menyebut bahwa Putin bersedia menjadi penengah konflik.

“Dia sudah siap. Dia menelepon saya tentang hal itu. Kami berbicara panjang lebar,” kata Trump.

Rusia diketahui merupakan sekutu strategis Iran, yang pernah bekerja sama dalam konflik di Suriah dan Irak, menjadikan potensi peran Rusia dalam menyelesaikan konflik ini menjadi perhatian dunia.

Ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan Iran, disertai potensi campur tangan Amerika Serikat dan Rusia, menciptakan dinamika geopolitik yang kian kompleks dan berbahaya. Dunia internasional kini menantikan langkah diplomatik yang dapat meredam krisis ini sebelum berubah menjadi konflik berskala luas.

Baca berita selengkapnya hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Mohammad Afif Al-Nabulsi Gugur dalam Serangan Udara Zionis Israel Hizbullah Berduka

Pos terkait