400 Rudal Iran Serbu Israel Tel Aviv dan Haifa Jadi Target Utama

JurnalLugas.Com – Konflik bersenjata antara Iran dan Israel terus menunjukkan eskalasi tajam. Dalam sepekan terakhir, Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran berupa peluncuran lebih dari 400 rudal balistik dan drone tempur ke berbagai kota utama di Israel.

Serangan itu menyasar kota-kota strategis seperti Haifa, Beersheba, dan Tel Aviv, yang merupakan pusat ekonomi, pemerintahan, dan militer. Beberapa rudal bahkan berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam wilayah permukiman, memicu kepanikan warga sipil.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah tanggapan langsung terhadap agresi militer Israel yang tidak henti-hentinya ke wilayah kami,” ungkap juru bicara militer Iran, 20 Juni 2025.

Rudal dan Drone: Strategi Perang Modern Iran

Iran menggabungkan rudal jarak menengah dan drone kamikaze dalam gelombang serangan tersebut. Sistem pertahanan udara Israel seperti Iron Dome dan David’s Sling sempat kewalahan karena volume serangan yang tinggi dalam waktu bersamaan.

Serangan ini menandai salah satu serangan paling intens sejak konflik dimulai, dan menjadi indikator bahwa perang antara kedua negara telah memasuki babak baru yang lebih berbahaya.

Korban Sipil dan Dampak Infrastruktur

Sejumlah fasilitas sipil dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk rumah sakit, pusat komando darurat, hingga jalur transportasi utama. Puluhan warga sipil Israel mengalami luka-luka akibat serpihan ledakan, meski sebagian besar rudal berhasil dicegat.

Pemerintah Israel menyebut serangan Iran sebagai “tindakan teroris lintas negara” dan berjanji akan membalas dengan kekuatan penuh. Sementara itu, sirene peringatan udara terus menggema di sejumlah kota selama beberapa hari terakhir.

Ketegangan Regional Semakin Meningkat

Serangan besar-besaran ini mendapat perhatian luas dari komunitas internasional. Beberapa negara menyerukan deeskalasi, namun baik Teheran maupun Tel Aviv sama-sama menunjukkan sinyal keras. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan perang berskala lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Masyarakat internasional, termasuk Uni Eropa dan PBB, mendesak kedua pihak untuk menahan diri dan membuka jalur diplomasi. Namun hingga saat ini, tanda-tanda perdamaian masih jauh dari kenyataan.

Ikuti update terbaru perang Iran-Israel dan analisis konflik Timur Tengah hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Iran Gempur Bandara Ben Gurion Israel dengan Drone

Pos terkait