Iran Segera Buka Front Baru Jika Diserang AS dan Israel

JurnalLugas.Com — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel terkait potensi serangan baru terhadap Teheran.

Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia menegaskan negaranya siap membuka “zona baru” apabila terjadi agresi lanjutan dari AS maupun Israel terhadap wilayah Iran.

Bacaan Lainnya

“Jika musuh kembali melakukan tindakan agresif, maka kami akan membuka front baru dengan metode dan pengaruh berbeda,” ujarnya pada Selasa 19 Mei 2026.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian dunia internasional karena muncul di tengah meningkatnya tensi militer antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.

Sumber militer Iran juga menyebut Teheran telah menyiapkan langkah-langkah taktis baru untuk menghadapi kemungkinan serangan lanjutan dari Washington.

Baca Juga  Trump Justin Trudeau Pecundang

Ancaman terbaru ini muncul setelah Presiden Donald Trump sebelumnya mengungkap rencana serangan militer terhadap Iran yang sempat dijadwalkan berlangsung pada Selasa.

Namun, operasi tersebut akhirnya ditunda setelah adanya permintaan dari sejumlah negara Timur Tengah seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang menginginkan peluang diplomasi tetap dibuka.

Trump kemudian menyebut kemungkinan serangan terhadap Iran masih bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang apabila negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan yang diharapkan.

“Kami masih melihat peluang pembicaraan, tetapi semua opsi tetap terbuka,” kata Trump dalam pernyataannya.

Pengamat hubungan internasional menilai situasi saat ini menjadi salah satu fase paling sensitif dalam dinamika Timur Tengah sejak beberapa tahun terakhir. Ancaman saling balas antara Iran dan AS dinilai dapat memicu eskalasi regional apabila tidak segera dikendalikan melalui jalur diplomasi.

Selain faktor militer, ketegangan ini juga berdampak terhadap pasar global, termasuk harga minyak dunia dan pergerakan aset safe haven yang mulai bergerak fluktuatif akibat kekhawatiran investor terhadap konflik kawasan.

Baca Juga  Menlu Iran Temui Putin di Moskow Bahas Serangan Brutal AS-Israel ke Fasilitas Nuklir

Iran sendiri selama ini dikenal memiliki jaringan pengaruh militer dan politik yang luas di Timur Tengah, termasuk melalui kelompok-kelompok sekutu di beberapa negara kawasan. Karena itu, ancaman pembukaan “front baru” dianggap sebagai sinyal bahwa konflik berpotensi meluas di luar wilayah Iran.

Sementara itu, sejumlah negara dunia terus mendorong upaya diplomatik agar konflik tidak berkembang menjadi perang terbuka yang dapat mengganggu stabilitas global.

Ikuti berita internasional dan geopolitik terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait