IHSG Dibuka Kandas di Akhir Pekan, Pelaku Pasar Cermati Sentimen Global dan Nilai Tukar Terus Terpuruk

JurnalLugas.Com — Pergerakan pasar saham domestik mengawali perdagangan akhir pekan dengan tekanan jual yang masih membayangi. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tercatat dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 pagi seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan regional.

Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG turun 29,31 poin atau sekitar 0,48 persen ke level 6.065,63 pada awal sesi perdagangan. Pelemahan juga terjadi pada indeks saham unggulan LQ45 yang turun 2,42 poin atau 0,39 persen ke posisi 613,98.

Bacaan Lainnya

Analis pasar modal menilai tekanan terhadap IHSG masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama pergerakan suku bunga global dan kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi dunia. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Baca Juga  Saham GOTO Melonjak, Pergantian Direksi hingga Isu Merger Grab Jadi Sorotan

“Investor cenderung melakukan aksi wait and see sambil mencermati arah kebijakan ekonomi global dan arus modal asing,” ujar seorang analis pasar modal di Jakarta, Jumat.

Sejumlah saham sektor perbankan, energi, dan komoditas tercatat mengalami tekanan sejak pembukaan perdagangan. Meski demikian, aktivitas transaksi di awal sesi masih menunjukkan adanya minat beli selektif pada saham-saham defensif.

Pelaku pasar juga mulai memantau perkembangan harga komoditas dunia yang dinilai berpotensi memengaruhi kinerja emiten berbasis ekspor. Di sisi lain, sentimen domestik terkait stabilitas inflasi dan konsumsi masyarakat tetap menjadi faktor penopang pergerakan pasar dalam jangka menengah.

Pelemahan IHSG pada perdagangan pagi ini dinilai masih dalam fase konsolidasi setelah pasar bergerak fluktuatif sepanjang pekan. Beberapa investor institusi disebut memilih menunggu arah pasar global sebelum meningkatkan akumulasi pembelian saham.

Baca Juga  Saham PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) Anjlok dan Masuk Papan Pemantauan Khusus BEI Ini Penyebabnya

Di tengah tekanan pasar, analis tetap mengingatkan investor ritel untuk memperhatikan fundamental perusahaan dan tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi berdasarkan sentimen jangka pendek.

Pergerakan IHSG sepanjang hari diperkirakan masih akan dipengaruhi dinamika bursa regional Asia serta perkembangan ekonomi internasional yang terus bergerak cepat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca berita ekonomi dan pasar modal terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait