JurnalLugas.Com — Pergerakan harga emas batangan produksi PT Antam Tbk kembali mengalami penyesuaian pada perdagangan Jumat pagi, 22 Mei 2026. Penurunan harga emas Logam Mulia menjadi perhatian pelaku investasi dan masyarakat yang memantau tren aset safe haven di tengah dinamika ekonomi global.
Harga emas Antam tercatat turun Rp12.000 per gram dibanding perdagangan sebelumnya. Penurunan ini turut diikuti pelemahan harga buyback atau pembelian kembali emas oleh perusahaan.
Kondisi tersebut memunculkan perhatian investor ritel yang mulai mencermati momentum pembelian emas jangka panjang. Dalam beberapa pekan terakhir, fluktuasi harga logam mulia dinilai masih dipengaruhi sentimen pasar global, termasuk pergerakan dolar Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga internasional.
“Perubahan harga emas saat ini masih sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global dan pergerakan pasar keuangan internasional,” ujar seorang analis komoditas di Jakarta, Jumat.
Selain faktor eksternal, aktivitas transaksi domestik juga disebut memengaruhi pergerakan harga emas fisik di pasar nasional. Sejumlah investor memilih menunggu stabilitas harga sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Di sisi lain, harga buyback emas Antam juga mengalami penyesuaian turun. Kondisi ini menjadi pertimbangan bagi pemilik emas yang berencana menjual kembali aset mereka dalam waktu dekat.
Masyarakat yang melakukan transaksi emas batangan juga diingatkan mengenai ketentuan perpajakan yang berlaku sesuai regulasi pemerintah. Penjualan kembali emas dengan nominal tertentu dikenakan potongan Pajak Penghasilan atau PPh Pasal 22, baik untuk pemilik NPWP maupun non-NPWP.
Sementara untuk transaksi pembelian emas batangan, potongan pajak juga diberlakukan sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan. Bukti pemotongan pajak akan disertakan dalam setiap transaksi resmi pembelian emas.
Analis pasar menilai emas masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia karena dianggap mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang, terutama saat kondisi ekonomi global bergerak fluktuatif.
Meski mengalami koreksi harga, minat masyarakat terhadap emas fisik diperkirakan tetap stabil, terutama menjelang pertengahan tahun ketika tren investasi logam mulia biasanya meningkat.
Informasi terbaru seputar ekonomi, investasi, dan bisnis nasional lainnya dapat diikuti melalui JurnalLugas.Com
(Endarto)






