Operasi Midnight Hammer AS Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran Gunakan Rudal Tomahawk

JurnalLugas.Com — Amerika Serikat resmi meluncurkan serangan militer terhadap tiga fasilitas nuklir utama milik Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan, dalam operasi bersandi “Midnight Hammer”. Serangan ini disebut sebagai langkah strategis terbesar Washington terhadap Teheran sejak satu dekade terakhir.

Serangan yang dilakukan pada dini hari waktu setempat itu memanfaatkan rudal Tomahawk dan bom penghancur bunker untuk menargetkan struktur bawah tanah. Tiga lokasi yang disasar dilaporkan mengalami kerusakan besar, namun tidak ada tanggapan militer langsung dari pihak Iran selama operasi berlangsung.

Bacaan Lainnya

Pejabat senior pertahanan AS yang tak disebutkan namanya menyatakan, “Kami menghantam infrastruktur yang berkaitan dengan pengayaan nuklir, bukan sasaran sipil.”

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Terus Naik Ancaman Perang Iran-Israel-AS Bisa Picu Lonjakan ke USD120

Sementara itu, pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai bentuk agresi terbuka dan memperingatkan akan adanya respon keras yang tidak dapat diprediksi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan dalam pernyataan resminya, “Tindakan ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Kami memiliki hak penuh untuk membela kedaulatan negara.”

Langkah Amerika ini menuai reaksi beragam dari komunitas internasional. Beberapa negara Timur Tengah menyerukan agar semua pihak menahan diri demi menghindari konflik berskala besar. Di sisi lain, Dewan Keamanan PBB disebut tengah menggelar pertemuan darurat untuk membahas dampak regional dari serangan tersebut.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, menyusul rentetan aksi saling serang yang terjadi sejak awal Juni 2025. Meski belum ada pernyataan resmi, analis memperkirakan keterlibatan Israel dalam perencanaan serangan ini.

Baca Juga  Abolfazl Shekarchi Iran Siap Balas Nuklir ke Israel Peringatan Keras Ditegaskan Militer

Situs Natanz dan Isfahan sendiri dikenal sebagai bagian penting dari program pengayaan uranium Iran. Kerusakan besar di dua lokasi itu diyakini akan berdampak pada kemampuan nuklir Iran ke depan.

Situasi kawasan kini berada dalam level siaga tinggi. Masyarakat internasional khawatir konflik ini dapat berkembang menjadi perang terbuka yang melibatkan lebih banyak negara.

Untuk perkembangan terbaru dan analisis mendalam, kunjungi JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait