JurnalLugas.Com – Meski Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, jejak bisnis perusahaan-perusahaan asal Israel sudah menyusup ke dalam berbagai sektor di Indonesia. Dari teknologi militer, irigasi pertanian, hingga ekonomi digital banyak dari mereka hadir lewat jalur tidak langsung dan kemitraan global. Siapa saja pendiri di balik perusahaan-perusahaan tersebut?
1. NSO Group – Spyware Kontroversial, Didirikan Eks Intelijen
Pendiri: Shalev Hulio & Omri Lavie
Tahun Berdiri: 2010
Fokus: Teknologi pengawasan dan spyware
NSO Group dikenal luas karena menciptakan Pegasus, spyware yang mampu menyusup ke ponsel tanpa terdeteksi. Didirikan oleh dua mantan anggota militer Israel, NSO sempat dikabarkan menawarkan produknya ke sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, untuk penegakan hukum dan intelijen digital.
“Kami menciptakan teknologi untuk menyelamatkan nyawa,” ujar Shalev Hulio dalam sebuah wawancara singkat.
2. Netafim – Solusi Irigasi Modern
Pendiri: Simcha Blass
Tahun Berdiri: 1965
Fokus: Irigasi tetes dan pertanian berkelanjutan
Netafim merupakan pelopor sistem irigasi tetes yang membantu petani memaksimalkan air dan hasil panen. Teknologi ini digunakan di berbagai wilayah Indonesia, terutama dalam proyek ketahanan pangan. Simcha Blass, seorang insinyur air, awalnya menciptakan teknologi ini dari pengamatan sederhana saat melihat pohon yang tumbuh lebih subur karena kebocoran pipa.
3. Elbit Systems – Teknologi Militer dan Drone
Pendiri: Awalnya bagian dari Elron Electronic Industries
CEO Terkemuka: Bezhalel Machlis
Tahun Berdiri: 1967
Fokus: Drone, sistem pertahanan, siber
Elbit dikenal sebagai raksasa teknologi militer Israel. Walau tidak beroperasi langsung di Indonesia, beberapa laporan menyebut adanya proyek bersama dengan perusahaan pertahanan di Asia Tenggara. Banyak pengamat menyebut Elbit sebagai simbol inovasi militer berbasis teknologi tinggi.
4. Fiverr – Revolusi Dunia Freelance
Pendiri: Micha Kaufman & Shai Wininger
Tahun Berdiri: 2010
Fokus: Platform jasa freelance digital
Fiverr adalah platform freelance digital yang digunakan luas oleh masyarakat Indonesia. Micha Kaufman, seorang pengusaha teknologi, menciptakan Fiverr dengan konsep “semua jasa mulai dari \$5”. Tanpa kantor fisik di Indonesia, Fiverr tetap tumbuh lewat akses digital dan menjangkau ribuan pengguna tiap hari.
5. Wix – Bikin Website Tanpa Kode
Pendiri: Avishai Abrahami, Nadav Abrahami & Giora Kaplan
Tahun Berdiri: 2006
Fokus: Website builder dan solusi digital
Wix menjadi platform favorit untuk membuat situs tanpa perlu keahlian coding. Dengan jutaan pengguna global, termasuk dari Indonesia, Wix mencerminkan kekuatan digital Israel yang mendunia. Para pendirinya sebelumnya bekerja di militer dan industri teknologi, kemudian memutuskan membangun solusi digital massal dari pengalaman pribadi mereka.
6. SodaStream – Minuman Ramah Lingkungan
Pendiri: Guy Hugh Gilbey (awal mula), kemudian dikembangkan kembali di Israel
Fokus: Perangkat soda rumah tangga
Meski awalnya didirikan di Inggris, SodaStream dihidupkan kembali oleh investor Israel dan kini berbasis di Lod, Israel. Produk SodaStream sudah dijual di berbagai e-commerce Indonesia. Pada 2018, perusahaan ini diakuisisi oleh PepsiCo senilai USD 3,2 miliar.
Bagaimana Perusahaan Israel Bisa Masuk Indonesia?
Sebagian besar perusahaan Israel masuk ke Indonesia melalui jalur tidak langsung, seperti distribusi regional via Singapura atau kolaborasi dengan perusahaan multinasional. Produk dan teknologi mereka hadir tanpa mencantumkan label asal Israel secara gamblang, namun tetap berdampak dalam ekosistem lokal.
Kehadiran perusahaan-perusahaan Israel di Indonesia menunjukkan realitas globalisasi yang tak mengenal batas politik. Di balik teknologi canggih yang kita gunakan, mungkin ada jejak dari Tel Aviv, Haifa, atau Lod dan nama-nama pendirinya yang membangun kerajaan bisnis global dari gurun Timur Tengah.
Untuk berita bisnis global lainnya, kunjungi:
👉 JurnalLugas.Com






