JurnalLugas.Com – Wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo kembali menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Pemerintah setempat melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat penyakit mematikan tersebut telah mencapai 625 orang, sementara ribuan warga lainnya telah terkonfirmasi terinfeksi.
Data terbaru yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Media RD Kongo pada Jumat (10/7/2026) menunjukkan terdapat 1.792 kasus terkonfirmasi Ebola sejak wabah kembali merebak.
Di tengah meningkatnya jumlah korban, pemerintah juga mencatat 295 pasien berhasil dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif.
“Hingga saat ini tercatat 1.792 kasus terkonfirmasi dengan 625 korban meninggal dunia,” demikian keterangan singkat pemerintah RD Kongo.
Dua Provinsi Baru Masuk Wilayah Terdampak
Penyebaran virus Ebola kini semakin meluas. Menteri Kesehatan RD Kongo, Roger Kamba, mengumumkan bahwa dua provinsi tambahan, yakni Tshopo dan Haut-Uele, resmi dimasukkan ke dalam wilayah terdampak setelah masing-masing ditemukan dua kasus positif.
Penambahan wilayah tersebut menjadi sinyal bahwa penularan masih berlangsung dan membutuhkan pengawasan kesehatan yang lebih ketat agar tidak meluas ke daerah lain.
Pemerintah setempat terus memperkuat pelacakan kontak erat, meningkatkan kapasitas layanan kesehatan, serta mempercepat penanganan pasien untuk menekan angka kematian.
WHO Tetapkan Darurat Kesehatan Internasional
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Mei 2026 telah menetapkan wabah Ebola yang terjadi di RD Kongo dan Uganda sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC).
WHO menilai risiko penyebaran lintas wilayah masih tergolong tinggi, terutama karena mobilitas penduduk dan aktivitas lintas batas antarnegara di kawasan Afrika Tengah.
Lembaga kesehatan dunia tersebut juga mengingatkan pentingnya penguatan sistem surveilans, deteksi dini, isolasi pasien, serta edukasi masyarakat untuk memutus rantai penularan.
Ebola Masih Menjadi Ancaman Mematikan
Ebola merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dari keluarga Filoviridae dan dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi apabila tidak segera ditangani.
Penularan umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita maupun benda yang telah terkontaminasi virus.
Gejala awal biasanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, hingga dapat berkembang menjadi perdarahan serius pada sebagian pasien.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa respons cepat, pelacakan kasus, serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran wabah.
Ikuti perkembangan berita kesehatan global, nasional, dan informasi terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com: https://JurnalLugas.Com
(Handoko)






