Harga Beras Masih Tinggi, Cabai hingga Daging Ikut Bertahan di Level Mahal

JurnalLugas.Com — Harga beras di pasar eceran nasional masih menunjukkan tren bertahan di level tinggi pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Di tengah harapan masyarakat akan penurunan harga pangan, sejumlah komoditas pokok lainnya seperti cabai, daging sapi, minyak goreng, hingga gula juga masih dipasarkan dengan harga yang relatif mahal.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut tergambar dari data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang memperlihatkan harga rata-rata berbagai kebutuhan pokok di tingkat pedagang eceran di sejumlah wilayah Indonesia.

Beras kualitas super masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi di kelompok pangan pokok.

Beras kualitas super I tercatat dijual rata-rata Rp17.650 per kilogram, sedangkan kualitas super II mencapai Rp17.150 per kilogram.

Sementara itu, beras kualitas medium I dipasarkan sekitar Rp16.350 per kilogram dan medium II Rp16.150 per kilogram.

Bahkan beras kualitas bawah pun belum menunjukkan penurunan signifikan, dengan harga kualitas bawah I sebesar Rp14.700 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.550 per kilogram.

Baca Juga  Harga Pangan Nasional Hari Ini Beragam Telur Ayam Beras Bawang Melonjak

Harga tersebut mencerminkan bahwa beras sebagai kebutuhan utama masyarakat masih menjadi beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan tingkat konsumsi yang tinggi.

Tidak hanya beras, komoditas hortikultura juga masih bertahan pada harga yang tinggi. Cabai rawit merah menjadi yang termahal dengan harga rata-rata Rp59.850 per kilogram. Cabai rawit hijau dijual Rp50.350 per kilogram, cabai merah besar Rp48.850 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp48.600 per kilogram.

Untuk kebutuhan dapur lainnya, bawang merah berada di kisaran Rp45.650 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp44.550 per kilogram.

Komoditas protein hewani juga belum mengalami penurunan berarti. Telur ayam ras dipasarkan sekitar Rp28.950 per kilogram, daging ayam ras segar Rp37.000 per kilogram, sementara daging sapi kualitas I masih menyentuh Rp150.550 per kilogram dan kualitas II Rp141.950 per kilogram.

Di sisi lain, harga minyak goreng dan gula pasir juga relatif stabil di level yang masih cukup tinggi.

Minyak goreng curah tercatat Rp20.550 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp24.250 per liter, dan kemasan bermerek II Rp23.400 per liter.

Baca Juga  Daftar Daerah Inflasi Tinggi Mendagri Minta Kepala Daerah Cari Solusi

Sedangkan gula pasir premium dijual Rp20.300 per kilogram dan gula pasir lokal Rp19.100 per kilogram.

Perwakilan pengelola data PIHPS menjelaskan bahwa angka yang dipublikasikan merupakan rata-rata harga eceran nasional yang dihimpun dari berbagai daerah.

Menurutnya, data tersebut menjadi acuan untuk memantau dinamika harga pangan yang terus berubah mengikuti kondisi pasokan dan distribusi.

Bagi masyarakat, tingginya harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya membuat pengeluaran rumah tangga masih perlu dikelola secara cermat.

Perbedaan harga antarwilayah tetap dimungkinkan terjadi, bergantung pada ketersediaan stok, biaya distribusi, dan kondisi pasar di masing-masing daerah.

Ikuti perkembangan harga pangan nasional dan berita ekonomi terbaru hanya di JurnalLugas.Com.

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait