PM Malaysia Anwar Ibrahim Tegaskan Tak Akan Mundur Meski Didesak Oposisi

JurnalLugas.Com — Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengundurkan diri dari jabatan yang saat ini diemban, kecuali jika terbukti melakukan pelanggaran hukum atau menyalahgunakan kekuasaan. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya tekanan politik dari kelompok oposisi yang menuntutnya lengser dari kursi kepemimpinan.

Insyaallah, saya tidak akan mundur. Kalau saya mencuri uang publik dan orang-orang menuntut saya mundur, ya sudahlah. Tapi saya tidak mencuri uang siapa pun,” tegas Anwar dalam keterangan persnya di Penang, Sabtu, 19 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Anwar yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan menyatakan dirinya tetap berkomitmen menjalankan mandat rakyat untuk membangun Malaysia. Ia menyebut, tekanan politik tidak akan mengganggu fokusnya dalam merealisasikan agenda pemerintahan MADANI yang telah ia usung sejak awal masa jabatannya.

Kritik dan Rencana Aksi Protes

Dalam beberapa pekan terakhir, kritik terhadap Anwar semakin santer disuarakan oleh sejumlah tokoh oposisi. Mereka menilai kepemimpinan Anwar telah melenceng dari nilai-nilai reformasi yang selama ini diperjuangkan. Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, sebuah aksi demonstrasi besar dijadwalkan akan digelar di Kuala Lumpur pada 26 Juli 2025 mendatang untuk menuntut pengunduran dirinya.

Baca Juga  Kampung Bahagia Jadi Lautan Api, Ribuan Warga Sandakan Kehilangan Segalanya

Menanggapi hal itu, Anwar menegaskan bahwa semua kebijakan dan proyek pembangunan yang dijalankan pemerintahannya dilaksanakan dengan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.

Saya sudah hampir tiga tahun menjabat sebagai Perdana Menteri. Tidak ada satu pun proyek yang menggunakan metode rundingan terus. Semua harus melalui tender terbuka,” jelasnya.

Siap Hadapi Kritik Lewat Mekanisme Konstitusional

Lebih lanjut, Anwar mengatakan dirinya tidak anti terhadap kritik. Namun, ia menegaskan bahwa segala bentuk ketidakpuasan harus disampaikan melalui saluran konstitusional yang sah.

Gunakan Parlemen. Kritiklah jika perlu. Jika oposisi punya kekuatan, mereka bisa mengajukan mosi. Itu cara yang tepat. Bujuklah anggota parlemen mana pun untuk mendukung Anda. Jika saya kalah, saya akan mundur dengan terhormat. Itulah cara damai,” ujarnya.

Komitmen Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat

Anwar menegaskan bahwa pemerintahan MADANI terus bekerja keras menghadirkan perubahan yang nyata di tengah masyarakat. Fokus utama saat ini, kata dia, adalah menjawab tantangan ekonomi dan kesejahteraan sosial, terutama dalam menghadapi tingginya biaya hidup.

Baca Juga  Waspada Peningkatan Infeksi Virus Human Metapneumovirus (hMPV) di Malaysia

Sejumlah program prioritas yang telah dan sedang dijalankan di antaranya adalah:

  • Kenaikan upah minimum nasional.
  • Penyaluran bantuan untuk petani kecil dan keluarga miskin.
  • Pengembangan pelatihan vokasional dan pendidikan teknis (TVET).
  • Peningkatan jumlah perumahan terjangkau untuk kelompok B40 (40% penduduk berpendapatan terbawah).
  • Penyesuaian gaji aparatur sipil negara.

Anwar mengakui tidak semua masalah bisa selesai dalam tiga tahun. Namun ia memastikan bahwa pemerintah tetap berada di jalur yang benar dalam memperkuat fondasi ekonomi dan sosial Malaysia.

Kami tidak bisa menjanjikan semuanya tuntas dalam sekejap, tetapi kami berusaha keras memberi yang terbaik untuk rakyat,” pungkasnya.

Selengkapnya berita nasional dan politik dapat dibaca di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait