JurnalLugas.Com — Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (21/10/2025). Berdasarkan data pasar spot Jakarta, rupiah naik 7 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp16.568 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.575 per dolar AS.
Penguatan ini mencerminkan sentimen positif investor terhadap stabilitas ekonomi domestik, di tengah ekspektasi kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang tetap berhati-hati. Sejumlah analis menilai, faktor eksternal seperti pelemahan indeks dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi AS turut memberikan ruang apresiasi bagi rupiah.
Ekonom pasar uang R. Hidayat menuturkan, pergerakan rupiah masih akan fluktuatif menjelang rilis data ekonomi global. “Meskipun dolar AS melemah, investor tetap waspada terhadap potensi gejolak harga minyak dan ketidakpastian kebijakan The Fed,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan perkembangan arah kebijakan fiskal pemerintah Indonesia, terutama dalam menjaga defisit anggaran serta memperkuat cadangan devisa guna menopang stabilitas nilai tukar.
Dengan tren penguatan tipis ini, rupiah diharapkan dapat bertahan di kisaran Rp16.550–Rp16.600 per dolar AS hingga akhir pekan, selama tidak terjadi tekanan eksternal signifikan.
Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com






