Saham BBRI Undervalue! BRI Siapkan Buyback Rp3 Triliun, Investor Wajib Pantau Peluang Ini

JurnalLugas.Com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mengambil langkah strategis dengan menyiapkan program pembelian kembali saham (share buyback) senilai maksimal Rp3 triliun. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung program kepemilikan saham karyawan sekaligus mencerminkan optimisme perseroan terhadap prospek bisnis jangka panjang.

Disetujui RUPST dan Sesuai Ketentuan OJK

Program buyback saham BBRI telah memperoleh restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025. Perseroan akan mengeksekusi pembelian kembali saham tersebut melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar BEI, baik secara bertahap maupun sekaligus, dengan batas waktu pelaksanaan maksimal 12 bulan setelah RUPST.

Bacaan Lainnya

Langkah ini dilaksanakan sesuai dengan Pasal 43 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023, yang mengatur tata cara dan mekanisme buyback oleh perusahaan publik.

Saham BBRI Dinilai Undervalue, Mayoritas Analis Rekomendasikan “Beli”

Saham BBRI masih dianggap undervalue oleh pelaku pasar. Dari total 37 analis, sebanyak 30 analis atau 81 persen memberikan rekomendasi “buy” (beli) dengan target harga rata-rata Rp4.651 per saham dalam 12 bulan ke depan.

Baca Juga  RUPSLB Setujui Perubahan Nama SGRO Jadi PT Prime Agri Resources Tbk Pasca Akuisisi POSCO

Valuasi saham juga menunjukkan potensi positif, dengan Price to Book Value (PBV) BRI berada di level 1,80 kali, masih di bawah rata-rata PBV lima tahun terakhir. Kondisi ini menjadikan saham BBRI menarik bagi investor jangka panjang.

BRI Masih Punya Ruang untuk Buyback

Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu, menegaskan bahwa perusahaan masih memiliki anggaran yang siap digunakan untuk mendukung aksi korporasi ini.

“Kami telah menyiapkan budget sekitar Rp3 triliun. Saat ini masih ada alokasi dana yang bisa kami gunakan sewaktu-waktu, melihat pergerakan harga saham BBRI yang dinilai undervalue,” ujar Viviana, Minggu (3/11/2025).

Ia menambahkan, langkah buyback ini akan dijalankan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta strategi jangka panjang perusahaan.

Kinerja Keuangan BRI Tetap Kuat dan Tumbuh Positif

Hingga kuartal III-2025, BRI berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan menorehkan laba bersih Rp41,2 triliun, didorong oleh pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, dan kredit yang tetap positif.

Secara rinci, total aset BRI naik 8,2 persen menjadi Rp2.123,4 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 8,2 persen menjadi Rp1.474,8 triliun. Di sisi lain, penyaluran kredit tumbuh 6,3 persen mencapai Rp1.438,1 triliun.

Dari aspek permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat di level 25,4 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Adapun Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada posisi 86,5 persen, mencerminkan kondisi likuiditas yang sehat.

“Rasio likuiditas dan permodalan kami tetap kuat, memberi ruang pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan bagi BRI,” tambah Viviana.

Optimisme Terhadap Pertumbuhan Jangka Panjang

Langkah buyback saham ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan dan keberlanjutan kinerja bisnis. Selain memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, kebijakan ini juga memperkuat komitmen BRI dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan melalui program kepemilikan saham.

Dengan kombinasi antara kinerja keuangan solid, valiasi saham menarik, serta dukungan regulasi yang jelas, BRI diyakini akan terus menjadi salah satu bank dengan performa terbaik di Indonesia.

Sumber berita keuangan terpercaya dan analisis ekonomi terkini hanya di JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait