JurnalLugas.Com – Sebuah laporan media internasional mengungkap adanya dugaan komunikasi antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah senator Amerika Serikat terkait upaya merespons langkah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang saat itu tengah menyelidiki dugaan kejahatan perang di Gaza. Informasi tersebut muncul berdasarkan rekaman yang diperoleh sutradara asal Inggris, Alex Holder.
Laporan yang dipublikasikan pada Rabu (29/7/2026) menyebut rekaman itu memperlihatkan Netanyahu menginginkan dukungan politik lintas partai di Amerika Serikat untuk menentang langkah ICC yang mengeluarkan perintah penangkapan terhadap dirinya.
Dalam rekaman tersebut, Netanyahu disebut mengusulkan agar para senator dari Partai Republik maupun Partai Demokrat menerbitkan surat bersama yang berisi kritik terhadap ICC.
Salah satu isu yang disebut dibahas adalah dugaan pelecehan seksual terhadap Jaksa ICC saat itu, Karim Khan, yang menurut laporan tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mempertanyakan kredibilitas lembaga peradilan internasional tersebut.
Sebelumnya, negara-negara anggota ICC telah menyepakati pencopotan Karim Khan dari jabatannya menyusul dugaan kasus pelecehan seksual. Meski demikian, Khan berulang kali membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Laporan itu juga menyebut Senator Amerika Serikat Lindsey Graham berhasil memperoleh dukungan dari senator Partai Demokrat Richard Blumenthal dan Ben Cardin untuk ikut menandatangani surat bipartisan tersebut.
“Kita dapatkan mereka berdua,” kata Graham kepada Netanyahu sebagaimana dikutip dalam rekaman yang dilaporkan media.
Disebutkan pula, Graham meminta Netanyahu menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada kedua senator Partai Demokrat tersebut.
Ia juga disebut menyarankan agar komitmen terhadap normalisasi hubungan Israel dan Arab Saudi disampaikan sebagai bagian dari pendekatan politik guna mempertahankan dukungan lintas partai.
Upaya tersebut kemudian berujung pada terbitnya surat bipartisan pada 1 November 2024. Dalam surat itu, para senator mempertanyakan langkah ICC, termasuk menyinggung dugaan kasus yang melibatkan Karim Khan dan mengkritik prosedur lembaga tersebut sebelum mengeluarkan perintah penangkapan terhadap pejabat Israel.
Tak lama setelah surat tersebut dipublikasikan, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant. Keduanya menghadapi tuduhan terkait dugaan kejahatan perang dalam konflik di Jalur Gaza.
Kasus tersebut menjadi salah satu isu internasional yang paling banyak mendapat perhatian karena menyangkut hubungan antara lembaga peradilan internasional, pemerintah Israel, serta dukungan politik dari Amerika Serikat.
Hingga kini, dinamika mengenai penyelidikan ICC terhadap konflik di Gaza masih menjadi perhatian masyarakat internasional.
Sejumlah negara terus mendorong agar seluruh proses hukum berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, sementara berbagai pihak lainnya menyampaikan pandangan berbeda terkait kewenangan dan keputusan lembaga tersebut.
Perkembangan terbaru mengenai rekaman yang dipublikasikan Alex Holder diperkirakan akan kembali memicu perdebatan mengenai hubungan politik internasional, independensi lembaga peradilan global, serta respons berbagai negara terhadap proses hukum yang berjalan di ICC.
Ikuti berita internasional, geopolitik, dan perkembangan dunia terbaru hanya di JurnalLugas.Com.
(Dahlan)






