AS Pertimbangkan Pengasingan Maduro ke Turki hingga Rusia

Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro

JurnalLugas.Com — Gedung Putih dikabarkan tengah menggodok sejumlah opsi sensitif terkait masa depan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, termasuk kemungkinan memberikan “jalur aman” bagi sang pemimpin untuk bermukim di negara lain apabila proses pergantian kekuasaan di Caracas benar-benar terjadi. Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber internal yang mengetahui langsung diskusi tingkat tinggi tersebut.

Menurut sumber tersebut, opsi pemindahan Maduro dan lingkaran dekatnya ke negara ketiga menjadi salah satu skenario yang paling serius dipertimbangkan oleh para penasihat Presiden AS saat itu, Donald Trump. “Ada beberapa negara yang dinilai dapat menjadi tujuan, dan itu menjadi bahan evaluasi para pembantu presiden,” ujar sumber itu secara singkat.

Bacaan Lainnya

Turki Jadi Pilihan Utama, Rusia hingga Kuba Masuk Daftar

Dari berbagai opsi, Turki disebut sebagai destinasi paling mungkin bagi Maduro. Meski demikian, sejumlah negara lain seperti Rusia, Azerbaijan, dan Kuba juga masuk dalam daftar alternatif. Opsi tersebut, menurut laporan internal, dianggap sebagai langkah strategis untuk meredam ketegangan bila transisi pemerintahan di Venezuela berlangsung tidak stabil.

Baca Juga  Iran Tak Gentar Hadapi Tekanan Trump, Mojtaba Hosseini Khamenei 90 Juta Rakyat Siap Bersatu

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa Washington bahkan membuka kemungkinan untuk membawa Maduro ke Amerika Serikat untuk diproses secara hukum. “Semua skenario sedang dievaluasi, termasuk jalur penegakan hukum,” ujar pejabat tersebut.

Oposisi Venezuela Belum Libatkan AS dalam Pembahasan Detail

Meski jalur komunikasi antara pemerintahan Trump dan oposisi Venezuela tetap terbuka, pembahasan teknis mengenai masa depan negara itu disebut belum sepenuhnya melibatkan kelompok oposisi. Menurut sumber diplomatik yang mengetahui situasi tersebut, AS masih membatasi diskusi hanya pada lingkaran kebijakan internal.

Militer AS Bahas Opsi Serangan pada Jaringan Narkoba di Venezuela

Laporan lainnya menyebut militer AS sedang menimbang tindakan militer terbatas yang menargetkan jaringan penyelundup narkoba di wilayah Venezuela. Opsi ini, menurut seorang analis keamanan AS, “masih berada dalam tahap kajian mendalam dan belum tentu dieksekusi.”

Pada November sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa masa kekuasaan Maduro “tinggal menghitung hari”, meski ia menegaskan tidak ada rencana untuk menyeret Amerika Serikat ke dalam perang terbuka dengan Caracas.

Baca Juga  Trump dan Netanyahu Sepakat, Gaza Tak Dibangun Sebelum Hamas Dilucuti

Kolombia Kritik Keras Rencana AS

Di sisi lain, Presiden Kolombia Gustavo Petro memberikan kritik keras terhadap rencana Washington. Ia menilai AS tengah menggunakan isu pemberantasan narkoba untuk melancarkan agenda geopolitik baru.

“Langkah itu terlihat jelas sebagai upaya menaklukkan Venezuela dengan alasan memerangi narkoba,” ujar Petro dalam pernyataan resminya. Ia juga menuding bahwa Washington memiliki kepentingan besar terhadap cadangan minyak Venezuela.

Petro menegaskan bahwa operasi militer di wilayah perairan juga telah menimbulkan korban jiwa. “Sedikitnya 27 warga Amerika Latin tewas akibat penyerangan terhadap kapal, dan tindakan itu jelas bertentangan dengan hukum internasional,” tegasnya.

Situasi politik Venezuela terus menjadi sorotan internasional, sementara berbagai negara menunggu arah kebijakan Washington terhadap Caracas dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber berita lainnya bisa dibaca di: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait