JurnalLugas.Com — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau Chandra Asri Group resmi memperoleh fasilitas pembiayaan khusus senilai USD750 juta dari KKR Capital Markets, perusahaan investasi global asal Amerika Serikat. Pendanaan ini turut diperkuat oleh platform kredit privat serta lini bisnis asuransi KKR yang difokuskan untuk menopang ekspansi Chandra Asri di kawasan Asia Pasifik.
Pembiayaan skala besar tersebut menjadi dorongan penting bagi strategi pertumbuhan perusahaan, termasuk rencana akuisisi jaringan SPBU Esso dari ExxonMobil di Singapura langkah yang dinilai mampu memperluas portofolio bisnis energi hilir Chandra Asri Group.
CFO Chandra Asri Group, Andre Khor, menyambut positif kerja sama strategis ini. Ia menilai pendekatan KKR selaras dengan transformasi perusahaan dan visi untuk memperluas bisnis energi berkelanjutan.
“Kemitraan dengan investor global terkemuka ini menunjukkan kepercayaan besar terhadap transformasi dan kekuatan platform energi hilir Chandra Asri,” ujar Andre dalam keterangan resmi, Senin (17/11/2025).
Andre menegaskan bahwa pembiayaan ini akan membantu perseroan menjalankan strategi pertumbuhan secara disiplin dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Di saat yang sama, perusahaan memastikan akan terus menyediakan solusi energi yang andal dan berkelanjutan di kawasan regional.
Dari sisi investor, Managing Director sekaligus Head of Asia Private Credit KKR, SJ Lim, menyatakan bahwa pendanaan ini sejalan dengan fokus KKR dalam menyalurkan pembiayaan yang dirancang khusus untuk perusahaan-perusahaan unggulan di Asia Pasifik.
“Kami menantikan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang Chandra Asri Group, seiring penguatan posisinya di sektor energi hilir dan ritel di Singapura,” ucap SJ Lim.
Sebagai informasi, KKR menyalurkan investasinya melalui strategi Kredit Asia Pasifik dan platform asuransi miliknya. Sejak 2019, KKR telah menggelontorkan lebih dari USD8 miliar untuk sekitar 60 transaksi kredit di wilayah Asia Pasifik, dengan total nilai transaksi melampaui USD21 miliar.
Kerja sama Chandra Asri Group dan KKR ini dipandang sebagai sinyal kuat terhadap kepercayaan investor global terhadap prospek energi hilir di Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang ekspansi baru di sektor ritel bahan bakar.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com






