Rupiah Melemah di Awal Pekan, Dibuka Segini pada Perdagangan

JurnalLugas.Com — Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah pada awal pekan. Berdasarkan data perdagangan di pasar spot Jakarta, Senin (19/1/2026), rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp16.904 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.887 per dolar AS.

Pelemahan rupiah pada pembukaan perdagangan ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar dalam menyikapi perkembangan global. Tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan, terutama terkait penguatan dolar AS yang didorong oleh ekspektasi kebijakan moneter ketat dari bank sentral AS, The Federal Reserve. Pelaku pasar menilai peluang penurunan suku bunga acuan AS masih terbatas dalam waktu dekat, sehingga mendorong arus dana ke aset berdenominasi dolar.

Bacaan Lainnya

Analis pasar keuangan menilai pergerakan rupiah saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah tipis. “Tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, masih cukup terasa akibat sentimen global yang belum sepenuhnya kondusif,” ujar seorang analis valuta asing, Senin. Menurutnya, volatilitas pasar keuangan internasional membuat investor cenderung mengambil posisi aman (safe haven).

Baca Juga  Kurs Rupiah Pagi ini Melemah Berikut Faktor Pengaruhnya

Selain faktor global, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi domestik yang akan dirilis dalam waktu dekat. Kinerja inflasi, neraca perdagangan, serta respons kebijakan Bank Indonesia (BI) menjadi perhatian utama. BI sebelumnya menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui bauran kebijakan moneter dan stabilisasi di pasar valuta asing.

Dari sisi regional, pergerakan mata uang Asia cenderung bervariasi pada awal perdagangan. Beberapa mata uang mengalami tekanan seiring menguatnya dolar AS, sementara sebagian lainnya bergerak terbatas karena menunggu kejelasan arah kebijakan global. Kondisi ini turut memengaruhi sentimen terhadap rupiah di pasar domestik.

Pelaku pasar memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif sepanjang hari ini. Level support diperkirakan berada di kisaran Rp16.850 per dolar AS, sementara resistance berada di sekitar Rp16.950 per dolar AS. Arah pergerakan rupiah selanjutnya sangat bergantung pada dinamika pasar global dan respons investor terhadap data ekonomi terbaru.

Baca Juga  Nilai Tukar Rupiah Loyo Ini Analisis Faktor Penyebab

Meski dibuka melemah, sejumlah pelaku pasar tetap optimistis stabilitas rupiah dapat terjaga dalam jangka menengah. Fundamental ekonomi Indonesia yang relatif solid, didukung oleh cadangan devisa yang memadai dan kebijakan fiskal yang terjaga, dinilai mampu menjadi penahan tekanan yang lebih dalam terhadap nilai tukar.

Untuk informasi ekonomi dan keuangan terkini lainnya, kunjungi https://JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait