WHO Wabah Ebola di Kongo Tembus 3.973 Kasus dan 1.801 Korban Jiwa

JurnalLugas.Com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama pemerintah Republik Demokratik Kongo (DRC), Africa CDC, dan berbagai mitra internasional memperkuat strategi penanganan wabah Ebola yang terus meluas.

Langkah tersebut ditempuh setelah jumlah kasus infeksi mendekati 4.000 dengan korban jiwa yang terus bertambah.

Bacaan Lainnya

Data terbaru Kementerian Kesehatan Kongo menunjukkan sejak wabah diumumkan pada pertengahan Mei 2026, tercatat 3.973 kasus Ebola dengan 1.801 kematian.

Angka tersebut menjadikan epidemi kali ini sebagai wabah Ebola terbesar kedua di dunia berdasarkan jumlah kasus yang pernah tercatat.

Kesepakatan memperkuat respons dicapai dalam pertemuan di Kinshasa yang mempertemukan WHO, Africa CDC, pemerintah Kongo, serta sejumlah organisasi kemanusiaan internasional.

Fokus utama pertemuan adalah menyatukan langkah seluruh pihak agar penanganan wabah berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa seluruh mitra sepakat mempercepat respons sesuai perkembangan penyebaran virus yang terus berubah.

“Seluruh mitra sepakat memperkuat koordinasi di bawah kepemimpinan pemerintah Kongo dan menjalankan strategi bersama untuk menghentikan wabah ini,” ujar Tedros melalui pernyataannya.

Tedros yang kembali mengunjungi Kongo untuk kedua kalinya sejak epidemi dimulai juga menilai kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting agar upaya kesehatan dan bantuan kemanusiaan dapat berjalan beriringan.

Wabah Ebola kini telah menjangkau 51 zona kesehatan yang tersebar di lima provinsi, yakni Haut-Uele, Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Tshopo.

Dari seluruh wilayah terdampak, Provinsi Ituri masih menjadi episentrum penyebaran dengan kontribusi lebih dari 87 persen dari total kasus yang tercatat.

Melihat besarnya tekanan terhadap sistem kesehatan, para peserta pertemuan juga menekankan pentingnya memberikan perlindungan maksimal kepada tenaga kesehatan dan relawan di lapangan.

Penyediaan alat pelindung diri, dukungan logistik, hingga kompensasi bagi petugas menjadi bagian dari strategi yang disepakati.

WHO memastikan akan terus bekerja bersama pemerintah Kongo dan Africa CDC agar respons terhadap wabah dapat disesuaikan dengan tingkat kedaruratan yang terus berkembang.

Sementara itu, Africa CDC mengungkapkan bahwa kebutuhan pendanaan untuk menangani wabah Ebola di kawasan Afrika diperkirakan mencapai 1,4 miliar dolar Amerika Serikat.

Hingga saat ini, lebih dari 420 juta dolar AS telah berhasil dihimpun untuk mendukung berbagai operasi penanggulangan.

Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, mengatakan dana tersebut digunakan untuk mempercepat deteksi kasus, pelacakan kontak erat, peningkatan akses layanan kesehatan, hingga memperkuat edukasi kepada masyarakat agar rantai penularan dapat diputus.

“Seluruh mitra kini meningkatkan deteksi dini, pelacakan kontak, layanan perawatan, serta keterlibatan masyarakat di bawah koordinasi pemerintah Kongo,” kata Kaseya.

Di tengah upaya pengendalian wabah, pemerintah Kongo juga meningkatkan pengawasan mobilitas penduduk. Media lokal melaporkan aparat kesehatan menghentikan sebuah kapal yang membawa sekitar 200 penumpang menuju ibu kota Kinshasa setelah muncul dugaan kematian mencurigakan yang berpotensi berkaitan dengan Ebola.

Kapal tersebut dicegat sekitar 65 kilometer sebelum memasuki Kinshasa setelah berangkat dari Provinsi Tshopo, salah satu daerah yang masih melaporkan penularan aktif.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus, otoritas kesehatan langsung mengerahkan laboratorium bergerak guna memeriksa seluruh penumpang.

Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan agar virus tidak menyebar ke wilayah dengan kepadatan penduduk yang lebih tinggi.

Pemerintah Kongo bersama WHO dan Africa CDC berharap koordinasi yang semakin kuat dapat mempercepat pengendalian epidemi sekaligus menekan angka kematian dalam beberapa bulan ke depan.

Ikuti berita nasional dan internasional terbaru hanya di JurnalLugas.Com untuk mendapatkan informasi terpercaya, mendalam, dan selalu diperbarui: https://JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Keputusan Donald Trump Tarik AS dari Keanggotaan WHO

Pos terkait