Victoria Wajibkan Unggas Dikandangkan, Australia Perketat Penyebaran Flu Burung H5N1

JurnalLugas.Com – Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, mengambil langkah lebih tegas dalam menghadapi ancaman penyebaran flu burung H5N1.

Mulai pekan ini, peternak unggas yang memelihara lebih dari 50 ekor burung diwajibkan menempatkan seluruh unggas mereka di dalam kandang sebagai upaya meminimalkan risiko penularan virus dari satwa liar.

Bacaan Lainnya

Kebijakan tersebut menjadikan Victoria sebagai wilayah pertama di Australia yang menerapkan kewajiban mengandangkan unggas di tengah meningkatnya temuan virus H5N1. Sebelumnya, langkah serupa hanya bersifat imbauan sukarela kepada para peternak.

Aturan itu diberlakukan selama 14 hari pada tahap awal dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

Pemerintah berharap pembatasan kontak antara unggas peliharaan dan burung liar dapat menekan peluang penyebaran virus yang kini terus terdeteksi di sejumlah lokasi baru.

Menteri Pertanian Victoria, Michaela Settle, menegaskan kebijakan tersebut merupakan langkah pencegahan yang diambil sebelum wabah meluas ke sektor peternakan komersial.

“Langkah ini bersifat preventif agar unggas ternak tidak bersentuhan dengan satwa liar yang berpotensi membawa virus,” ujar Michaela Settle.

Pemerintah Victoria mengambil keputusan itu setelah muncul sejumlah temuan baru flu burung di beberapa wilayah, termasuk Yambuk, Apollo Bay, dan Clyde.

Bertambahnya lokasi deteksi membuat otoritas kesehatan hewan meningkatkan pengawasan sekaligus memperkuat respons terhadap potensi penyebaran penyakit.

Kepala Petugas Veteriner Victoria, Graeme Cook, mengatakan kemunculan kasus di sejumlah daerah menjadi dasar pemerintah memperketat langkah mitigasi.

“Deteksi di beberapa lokasi baru mendorong penguatan respons terhadap penyebaran virus,” katanya.

Di tingkat nasional, perkembangan terbaru juga menunjukkan peningkatan jumlah temuan virus H5N1.

Kepala Petugas Veteriner Australia, Beth Cookson, mengungkapkan hasil pemeriksaan terbaru mengonfirmasi 20 deteksi positif tambahan di Victoria.

Seluruh kasus baru tersebut ditemukan pada burung dara laut jambul besar (greater crested tern) di kawasan Portland dan Nelson.

Dengan tambahan itu, jumlah deteksi H5N1 yang telah dikonfirmasi maupun diduga positif di Australia kini mencapai 175 kasus berdasarkan hasil pengujian laboratorium.

Meski demikian, pemerintah Australia menegaskan situasi pada sektor peternakan masih terkendali. Hingga saat ini belum ditemukan infeksi H5N1 pada unggas ternak maupun sistem produksi unggas komersial di negara tersebut.

Otoritas juga menyebut tingkat risiko penularan kepada manusia masih berada pada kategori sangat rendah. Kendati demikian, pengawasan terhadap burung liar terus diperluas mengingat spesies tersebut menjadi jalur utama penyebaran virus lintas wilayah.

Dampak kewaspadaan terhadap H5N1 juga mulai dirasakan pada berbagai kegiatan masyarakat. Salah satunya, penyelenggara Royal Adelaide Show memutuskan membatalkan pameran burung dan unggas yang sedianya digelar bulan depan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit.

Keputusan itu menunjukkan meningkatnya perhatian pemerintah dan berbagai lembaga di Australia terhadap ancaman flu burung yang dalam beberapa waktu terakhir terus terpantau di sejumlah wilayah.

Dengan kebijakan pengandangan unggas serta penguatan sistem pengawasan, Pemerintah Victoria berharap penyebaran H5N1 dapat ditekan sebelum memasuki sektor peternakan.

Langkah cepat tersebut juga diharapkan mampu menjaga ketahanan industri unggas sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari potensi dampak wabah.

Ikuti perkembangan berita internasional, kesehatan, dan ekonomi global terbaru hanya di JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Byron James Dumschat WN Australia Ditemukan Tewas Jenazah Tanpa Jantung Ini Kronologi

Pos terkait