JurnalLugas.Com – Uni Emirat Arab (UEA) menghadapi serangan udara masif yang diluncurkan Iran pada Minggu malam, 1 Maret 2026. Ratusan rudal balistik dan drone pembawa bom menghantam kawasan Sharjah dan Dubai, menimbulkan kepanikan dan kerusakan luas.
Menurut laporan Kementerian Pertahanan UEA, Iran meluncurkan total 65 rudal balistik dan 541 drone pembawa bom. “Sebagian besar serangan berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara kami, namun 35 drone berhasil menembus pertahanan dan menghantam daratan,” ungkap juru bicara kementerian.
Kepulan asap hitam menyelimuti kawasan industri Sharjah setelah sebuah gudang terbakar akibat hantaman serangan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa di lokasi kebakaran, kerusakan material diperkirakan mencapai jutaan dirham.
Tiga korban tewas tercatat sebagai warga negara asing dari Pakistan, Nepal, dan Bangladesh. Selain itu, 58 orang lain mengalami luka-luka dan kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat. Pihak berwenang terus memantau situasi dan mengevakuasi warga dari area terdampak.
Serangan ini meningkatkan ketegangan di Teluk Persia dan menimbulkan kekhawatiran internasional terkait keamanan kawasan. Beberapa pakar menilai eskalasi ini dapat memicu respons diplomatik dari komunitas global, mengingat UEA merupakan pusat bisnis dan pariwisata strategis.
Pemerintah UEA menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan warga dan melanjutkan penguatan sistem pertahanan udara di seluruh wilayah. Operasi darurat dan penyelamatan korban terus berlangsung hingga saat ini.
Informasi lebih lanjut tentang perkembangan terbaru dapat diakses melalui JurnalLugas.Com.
(CT)






