JurnalLugas.Com — Pergerakan nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Selasa pagi, 19 Mei 2026. Mata uang Garuda tercatat mengalami pelemahan tipis di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen menjadi Rp17.685 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, mata uang domestik ditutup di level Rp17.668 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah dinilai masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama penguatan dolar AS yang kembali terjadi di pasar global. Investor internasional masih memburu aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan fluktuasi pasar keuangan internasional.
Pengamat pasar uang menyebut pergerakan rupiah saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Menurutnya, pasar sedang menanti sinyal baru terkait arah kebijakan moneter global dalam beberapa waktu ke depan.
“Pelaku pasar masih cenderung wait and see terhadap perkembangan ekonomi global serta kebijakan bank sentral AS,” ujar seorang analis mata uang dalam keterangannya.
Selain faktor eksternal, kondisi perdagangan dalam negeri juga ikut memengaruhi pergerakan kurs rupiah. Kebutuhan dolar AS untuk aktivitas impor dan pembayaran utang luar negeri dinilai masih cukup tinggi sehingga memberi tekanan tambahan terhadap mata uang domestik.
Meski demikian, sejumlah ekonom menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas rupiah dalam jangka menengah. Inflasi yang terkendali serta pertumbuhan ekonomi nasional dianggap mampu menjadi penopang utama di tengah gejolak pasar global.
Bank Indonesia diperkirakan terus melakukan langkah stabilisasi guna menjaga keseimbangan pasar valuta asing. Intervensi di pasar spot maupun obligasi masih menjadi strategi utama untuk menahan volatilitas rupiah agar tidak bergerak terlalu tajam.
Sementara itu, investor domestik diminta tetap mencermati perkembangan pasar global, termasuk pergerakan imbal hasil obligasi AS dan harga komoditas dunia yang berpotensi memengaruhi arah rupiah dalam perdagangan pekan ini.
Dengan tekanan yang masih berlangsung sejak awal perdagangan, rupiah diprediksi bergerak fluktuatif namun tetap dalam rentang terkendali sepanjang sesi perdagangan hari ini.
Ikuti berita ekonomi, bisnis, dan pasar keuangan terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(William)






