Rakyat Menjerit Harga Beras Naik, Prabowo Justru Siapkan Ekspor ke Malaysia

JurnalLugas.Com — Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong ekspor beras Indonesia ke Malaysia mulai menuai perhatian publik. Di tengah harga beras premium yang masih tinggi di sejumlah daerah, pemerintah justru membuka peluang penjualan beras ke luar negeri dengan nilai transaksi mencapai triliunan rupiah.

Sorotan muncul setelah Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan penuh menjalankan arahan Presiden terkait ekspor beras nasional demi menjaga kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi negara.

Bacaan Lainnya

“Kalau ada perintah, kami siap melaksanakan sesuai arahan Presiden,” ujar Rizal di Jakarta, Senin 18 Mei 2026.

Prabowo Ngomong Minta Beras Indonesia Jangan Dijual Murah

Arahan itu sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo saat peluncuran 1.061 Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Dalam pidatonya, Prabowo secara langsung memanggil Dirut Bulog dan mengingatkan agar beras Indonesia tetap memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.

Presiden meminta Bulog tidak melepas beras terlalu murah meski permintaan dari negara lain mulai berdatangan akibat krisis pangan global.

“Jangan jual terlalu murah. Petani kita jangan sampai jadi korban,” kata Prabowo di hadapan peserta acara.

Baca Juga  Resmi Indonesia Tak Lagi Impor Beras, Produksi Naik Drastis di Bawah Kepemimpinan Prabowo Klaim Amran

Pernyataan itu langsung memantik diskusi publik karena pada saat bersamaan banyak masyarakat masih mengeluhkan mahalnya harga beras di pasar domestik.

Harga Beras Dalam Negeri Masih Dikeluhkan

Di berbagai daerah, harga beras premium masih berada di atas harga normal dan menjadi beban bagi rumah tangga. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat mempertanyakan prioritas pemerintah yang membuka peluang ekspor ketika kebutuhan dalam negeri dinilai belum sepenuhnya stabil.

Keluhan warga mengenai lonjakan harga beras terus muncul, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat konsumsi tinggi. Sejumlah pedagang juga mengakui harga pasokan dari distributor belum sepenuhnya turun meski stok nasional disebut melimpah.

Namun pemerintah menilai ekspor tetap bisa dilakukan selama cadangan pangan nasional aman dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga.

Prabowo sendiri menegaskan prioritas utama pemerintah tetap memastikan rakyat Indonesia aman dari ancaman krisis pangan global.

Malaysia Tawar Harga di Bawah Rp10 Ribu

Bulog mengungkapkan saat ini negosiasi ekspor beras dengan Malaysia masih berlangsung. Rencana pengiriman diperkirakan mencapai 200 ribu ton dengan nilai transaksi sekitar Rp2 triliun.

Namun pembahasan harga masih menjadi kendala utama.

Menurut Rizal, pihak Malaysia mengajukan harga di bawah Rp10 ribu per kilogram. Sementara Indonesia menginginkan harga lebih tinggi karena beras yang ditawarkan masuk kategori premium.

Bulog disebut memasang kisaran harga Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram agar tetap menguntungkan petani dalam negeri.

Baca Juga  Quraish Shihab Ingatkan Prabowo Perdamaian Jangan Sampai Mengorbankan Keadilan

“Kita ingin harga yang layak sesuai kualitas beras Indonesia,” kata Rizal.

Krisis Pangan Global Jadi Alasan Ekspor

Prabowo mengungkapkan sejumlah negara mulai mendekati Indonesia untuk membeli beras setelah beberapa negara produsen menghentikan ekspor pangan.

India disebut menutup ekspor beras, jagung, dan gandum demi menjaga stok domestik. Bangladesh juga mengambil langkah serupa sehingga sejumlah negara kini mencari alternatif pasokan dari Indonesia.

Meski membuka peluang ekspor, Presiden menegaskan cadangan pangan nasional harus tetap menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Saat ini Bulog mengelola sekitar 5,32 juta ton cadangan beras pemerintah yang tersebar di berbagai gudang nasional.

Di tengah optimisme pemerintah terhadap peluang ekspor, masyarakat kini berharap stabilitas harga beras di dalam negeri juga menjadi perhatian serius agar daya beli warga tidak semakin tertekan.

Baca berita ekonomi dan nasional terbaru lainnya di JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait