IRGC Serangan ke-30 ke Target AS dan Israel Berhasil 100 Persen, Gunakan Rudal Hipersonik dan Drone

JurnalLugas.Com — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilan gelombang serangan terbaru terhadap target Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut. Operasi militer yang disebut sebagai bagian dari Operasi Janji Sejati 4 itu diklaim mencapai tingkat keberhasilan penuh.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, 9 Maret 2026, IRGC menyebut bahwa gelombang serangan ke-30 telah dilancarkan menggunakan kombinasi rudal hipersonik, rudal balistik, serta drone strategis jarak jauh.

Bacaan Lainnya

Seorang perwakilan IRGC mengatakan operasi tersebut bertepatan dengan momen penting di dalam negeri Iran.
“Seiring terpilihnya Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, gelombang ke-30 Operasi Janji Sejati 4 berhasil dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan 100 persen,” ujarnya dalam pernyataan singkat.

Target Pangkalan Militer AS dan Wilayah Israel

IRGC menjelaskan bahwa sasaran utama serangan adalah fasilitas militer yang mereka sebut sebagai “pangkalan teroris AS” di Timur Tengah, serta sejumlah lokasi strategis di wilayah utara yang berada di bawah kendali Israel.

Baca Juga  Jet Tempur F-15E Amerika Jatuh di Iran, Satu Awak Hilang

Operasi tersebut melibatkan beberapa sistem persenjataan utama Iran, di antaranya:

  • Rudal balistik Khorramshahr
  • Rudal hipersonik Fattah
  • Rudal jarak jauh Kheibar
  • Drone strategis untuk serangan presisi

Menurut IRGC, penggunaan berbagai jenis rudal dan drone itu dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas serangan serta menembus sistem pertahanan udara lawan.

Fasilitas Energi Bahrain Sempat Terbakar

Pada hari yang sama, Pusat Komunikasi Nasional Bahrain melaporkan adanya insiden kebakaran di fasilitas milik Bahrain Petroleum Company (Bapco) yang berada di desa Maameer.

Lembaga tersebut menyatakan kebakaran terjadi setelah serangan yang dikaitkan dengan Iran. Namun, pihak otoritas Bahrain menegaskan bahwa insiden itu tidak menimbulkan kerusakan besar.

“Tidak ada kerusakan material signifikan dan api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran,” demikian keterangan resmi pemerintah Bahrain.

Eskalasi terbaru ini terjadi setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap beberapa target di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menghantam sejumlah lokasi, termasuk di ibu kota Teheran.

Baca Juga  Iran Gempur Bandara Ben Gurion Israel dengan Drone

Akibat serangan itu, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan dan korban jiwa dilaporkan jatuh dari kalangan warga sipil.

Salah satu insiden paling tragis terjadi pada hari pertama konflik ketika sebuah sekolah perempuan di Iran terkena serangan. Peristiwa tersebut menewaskan sejumlah siswi yang sedang mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas.

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan terhadap berbagai target militer Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Timur Tengah.

Situasi ini memicu kekhawatiran komunitas internasional karena berpotensi memperluas konflik regional dan memicu ketidakstabilan geopolitik yang lebih luas di kawasan.

Untuk informasi dan analisis berita internasional lainnya, kunjungi https://JurnalLugas.Com.

(SJ)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait