JurnalLugas.Com — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Jaminan ini mencakup stok bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga minyak mentah yang dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM, Laode Sulaeman saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas pengolahan milik PT Pertamina Patra Niaga di Kilang Refinery Unit VI Balongan.
Menurutnya, seluruh rantai pasok energi saat ini berada dalam kondisi stabil sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan bahan bakar selama periode Ramadan hingga Lebaran.
“Laode menjelaskan, stok minyak mentah, BBM hingga LPG berada pada level aman. Ia juga menegaskan masyarakat tidak perlu panik karena pemerintah terus melakukan optimalisasi distribusi energi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Pertamina Siapkan Infrastruktur Energi untuk Arus Mudik
Untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama masa mudik, Pertamina telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung di wilayah Regional Jawa Bagian Barat.
Di kawasan ini, terdapat:
- 1.620 SPBU
- 439 Pertashop
- 2.331 agen LPG
- 206 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE)
- 2 agen minyak tanah
Selain itu, berbagai layanan tambahan juga disiapkan selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) guna memudahkan masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.
Beberapa layanan siaga tersebut meliputi:
- 427 SPBU yang beroperasi 24 jam
- 2.180 agen LPG siaga
- 18 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga
- 52 unit motoris atau Pertamina Delivery Service (PDS) BBM
- 563 agen PDS Bright Gas
- 62 mobil tangki standby di SPBU
- 11 lokasi Serambi MyPertamina
Fasilitas Serambi MyPertamina juga menyediakan tempat istirahat, mini klinik, area bermain anak, hingga layanan kendaraan bagi pemudik.
Permintaan BBM Diproyeksi Naik Selama Mudik Lebaran
Berdasarkan data historis serta proyeksi kebutuhan energi periode 9 Maret hingga 1 April 2026, konsumsi BBM di wilayah Jawa bagian barat diperkirakan mengalami peningkatan.
Permintaan bensin diprediksi naik sekitar 9,6 persen, seiring meningkatnya mobilitas kendaraan pribadi saat arus mudik Lebaran.
Selain itu:
- Permintaan avtur diperkirakan naik 0,5 persen
- Konsumsi LPG meningkat sekitar 2,86 persen
- Permintaan BBM industri naik 7,9 persen
Sementara itu, konsumsi solar justru diproyeksi turun hingga 27,3 persen. Penurunan ini terjadi akibat pembatasan operasional kendaraan logistik selama periode arus mudik dan arus balik.
Kilang Balongan Jadi Tulang Punggung Pasokan Energi
Sebagai salah satu kilang strategis nasional, Kilang Balongan memiliki kapasitas pengolahan mencapai 150 ribu barel minyak per hari.
Fasilitas ini juga memiliki Nelson Complexity Index (NCI) sebesar 11,9, menjadikannya salah satu kilang dengan tingkat kompleksitas pengolahan tertinggi di Indonesia.
Sebagian besar produk energi dari kilang ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan wilayah Jakarta dan Jawa Barat, terutama melalui Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek, serta Integrated Terminal Plumpang.
Sekitar 82 persen produksi kilang didistribusikan ke wilayah tersebut, sementara 12 persen disalurkan ke daerah lain di Indonesia. Adapun 6 persen produk berupa Decant Oil diekspor ke Singapura.
Dengan kesiapan stok dan infrastruktur yang telah disiapkan, pemerintah optimistis pasokan energi selama Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini akan tetap terjaga dan mampu mendukung mobilitas masyarakat secara optimal.
Baca berita energi dan ekonomi lainnya di JurnalLugas.Com.
(TT)






