JurnalLugas.Com – Dinamika manajemen kembali terjadi di tubuh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Tiga anggota direksi perusahaan tambang emas tersebut resmi mengajukan pengunduran diri secara bersamaan, menambah tekanan di tengah performa keuangan yang tengah melemah.
Manajemen perseroan mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri telah diterima pada 18 Maret 2026. Ketiga direktur yang mundur yakni Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri.
Dalam keterangan resminya, pihak perusahaan menyampaikan bahwa proses selanjutnya akan mengikuti ketentuan yang berlaku. “Keputusan terkait pengunduran diri direksi akan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” demikian pernyataan manajemen.
Menunggu Keputusan RUPS
Sesuai Anggaran Dasar perseroan dan regulasi pasar modal, pengunduran diri direksi tidak serta-merta efektif tanpa persetujuan pemegang saham. RUPS menjadi forum utama untuk menentukan apakah permohonan tersebut diterima serta bagaimana langkah strategis selanjutnya.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas tata kelola perusahaan, terutama di tengah tantangan operasional yang sedang dihadapi.
Kinerja Keuangan Tertekan
Di sisi lain, kondisi fundamental EMAS menunjukkan tekanan signifikan sepanjang 2025. Perseroan membukukan kerugian sebesar USD27,49 juta, melonjak 116,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat USD12,69 juta.
Pelebaran kerugian ini tidak lepas dari belum beroperasinya tambang emas Pani secara komersial. Proyek tersebut sebelumnya diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan utama perusahaan.
“Belum adanya produksi komersial membuat kontribusi pendapatan masih sangat terbatas,” ujar sumber internal yang mengetahui kinerja perseroan.
Pendapatan Anjlok Tajam
Sepanjang 2025, EMAS hanya mengandalkan pendapatan dari segmen non-utama, yakni penyewaan alat berat kepada pihak berelasi, PT Merdeka Mining Servis.
Total pendapatan yang dibukukan hanya mencapai USD131,96 ribu, merosot tajam hingga 92,45 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD1,74 juta. Penurunan drastis ini mencerminkan belum optimalnya sumber pendapatan perusahaan.
Situasi ini menempatkan EMAS pada fase krusial. Pergantian manajemen berpotensi menjadi momentum evaluasi strategi bisnis, terutama dalam mempercepat produksi tambang Pani yang selama ini menjadi harapan utama pertumbuhan.
Analis menilai, kejelasan arah kepemimpinan pasca-RUPS akan sangat menentukan kepercayaan investor serta prospek jangka panjang perusahaan.
Dengan tekanan kinerja dan perubahan di level direksi, pasar kini menanti langkah konkret EMAS dalam memulihkan performa serta memastikan proyek strategis dapat segera berkontribusi terhadap pendapatan.
Baca berita ekonomi dan bisnis lainnya di https://JurnalLugas.Com
(PJ)






